Cakupan Air Bersih Penajam Paser Utara Diperluas, Targetkan Ribuan Sambungan Baru
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot perluasan cakupan air bersih, menargetkan ribuan sambungan baru bagi warga. Simak strategi Pemkab PPU, dukungan pemerintah pusat, dan Otorita IKN dalam mewujudkan akses air bersih yang merata.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara aktif memperluas cakupan layanan air bersih bagi warganya. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas air bersih yang saat ini baru mencapai 42 persen. Langkah strategis ini melibatkan berbagai pihak demi kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Jimmy Julianto, menjelaskan bahwa salah satu inisiatifnya adalah memberikan bantuan biaya pemasangan sambungan air. Bantuan ini khusus ditujukan bagi warga kurang mampu di wilayah Penajam, Waru, dan Babulu. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga.
Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar. Dana tersebut akan membiayai sekitar 600 sambungan air bersih rumah tangga dan meter air. Data calon penerima bantuan telah disiapkan secara cermat oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka.
Strategi Pemkab PPU Tingkatkan Akses Air Bersih
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen kuat dalam upaya peningkatan akses air bersih bagi masyarakatnya. Salah satu fokus utama adalah memberikan bantuan langsung kepada warga yang membutuhkan. Program ini dirancang untuk meringankan beban biaya pemasangan sambungan air bersih.
Dinas PUPR PPU melalui Bidang Cipta Karya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar. Dana ini dialokasikan untuk pemasangan sekitar 600 sambungan air bersih rumah tangga. Setiap sambungan juga akan dilengkapi dengan meter air, memastikan pengukuran yang akurat.
Jimmy Julianto menegaskan bahwa bantuan ini menyasar masyarakat kurang mampu di tiga wilayah utama. Area tersebut meliputi Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu. Proses penyaringan data calon penerima dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, menambahkan bahwa data calon penerima telah siap. Data ini mencakup nama dan alamat lengkap, menjadi dasar pelaksanaan pemasangan sambungan air rumah tangga. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antarlembaga daerah.
Dukungan Pusat dan Otorita IKN Perkuat Cakupan Air Bersih Penajam Paser Utara
Perluasan Cakupan Air Bersih Penajam Paser Utara tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Pemerintah pusat turut memberikan dukungan signifikan untuk program ini. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses air bersih di seluruh wilayah.
Pada tahun ini, pemerintah pusat mengakomodasi pembangunan 800 sambungan air bersih rumah tangga tambahan. Sambungan ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Inisiatif ini melengkapi program yang telah berjalan di tingkat kabupaten.
Tidak hanya itu, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) juga siap berkontribusi dalam perluasan cakupan layanan air bersih. Otorita IKN akan menangani 10 kelurahan dan desa di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dukungan ini menunjukkan komitmen pembangunan infrastruktur dasar di sekitar IKN.
Dukungan dari Otorita IKN mencakup pembangunan sekitar 6.114 sambungan air bersih rumah tangga. Tahap awal ditargetkan pemasangan sekitar 2.000 sambungan air bersih rumah tangga. Kolaborasi ini menjadi kunci penting dalam mencapai target cakupan yang lebih luas.
Peningkatan Signifikan dan Tantangan ke Depan
Upaya masif ini telah menunjukkan hasil positif dalam peningkatan layanan air bersih di Penajam Paser Utara. Tercatat, cakupan layanan air bersih bertambah dari 34 persen menjadi 42 persen selama tahun 2025. Peningkatan ini merupakan indikator keberhasilan program.
Meskipun demikian, tantangan masih membayangi. Dari total 54 kelurahan dan desa di Kabupaten Penajam Paser Utara, baru 26 kelurahan/desa yang telah terlayani. Ini berarti masih ada 32 desa atau kelurahan yang belum mendapatkan akses layanan air bersih.
Abdul Rasyid menekankan bahwa pemerataan air bersih masih menjadi prioritas utama. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, pusat, dan Otorita IKN, diharapkan semua wilayah dapat segera menikmati akses air bersih. Sinergi ini krusial untuk mencapai target universal akses air bersih.
Sumber: AntaraNews