PIHPS Rilis Data Terkini: Harga Pangan Nasional, Telur Ayam Capai Rp30.100/Kg dan Bawang Merah Rp55.450/Kg
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru harga pangan nasional, menunjukkan telur ayam ras dan bawang merah masih tinggi. Simak rincian harga komoditas lainnya yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, di bawah pengelolaan Bank Indonesia, melaporkan perkembangan harga pangan strategis di tingkat pedagang eceran. Data ini merupakan informasi penting bagi masyarakat dan pelaku ekonomi untuk memantau stabilitas harga. Pemantauan harga ini dilakukan secara berkala untuk menjaga transparansi pasar.
Pada Minggu, 14 Juni, pukul 06.25 WIB, tercatat harga telur ayam ras mencapai Rp30.100 per kilogram. Sementara itu, komoditas bawang merah juga menunjukkan angka yang signifikan, yakni Rp55.450 per kilogram. Data ini menjadi sorotan utama dalam laporan terkini PIHPS Nasional.
Laporan PIHPS Nasional ini mencakup berbagai komoditas pangan esensial yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat di seluruh Indonesia. Informasi ini bertujuan untuk memberikan transparansi dan acuan harga yang valid. Masyarakat dapat menggunakan data ini sebagai referensi dalam perencanaan belanja harian.
Harga Komoditas Utama: Telur, Bawang, dan Beras
Selain telur ayam ras dan bawang merah, PIHPS Nasional juga merinci harga bawang putih. Komoditas bumbu dapur ini tercatat di angka Rp42.300 per kilogram secara nasional. Fluktuasi harga pada komoditas ini seringkali menjadi perhatian utama konsumen.
Untuk beras, terdapat beberapa kategori kualitas yang dilaporkan. Beras kualitas bawah I dihargai Rp14.650 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II sedikit lebih rendah di Rp14.500 per kilogram. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau sangat penting bagi ketahanan pangan nasional.
Beras kualitas medium I mencapai Rp16.250 per kilogram, dan beras kualitas medium II sebesar Rp16.050 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I berada di Rp17.550 per kilogram, diikuti super II dengan harga Rp17.000 per kilogram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan kualitas dan pasokan di pasar.
Dinamika Harga Cabai dan Daging
Harga cabai menunjukkan variasi yang cukup signifikan antar jenisnya. Cabai merah besar tercatat Rp61.300 per kilogram, sementara cabai merah keriting sedikit lebih rendah di Rp56.150 per kilogram. Kondisi cuaca dan musim tanam seringkali mempengaruhi produksi cabai secara langsung.
Cabai rawit hijau dilaporkan seharga Rp53.900 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah menjadi yang tertinggi. Komoditas ini mencapai Rp74.550 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional. Kenaikan harga cabai seringkali memicu keluhan dari para konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Untuk komoditas daging, daging ayam ras segar dibanderol Rp37.200 per kilogram. Daging sapi kualitas I tercatat Rp148.600 per kilogram, dan kualitas II sebesar Rp139.650 per kilogram. Harga daging juga menjadi salah satu indikator penting dalam perhitungan inflasi bulanan.
Perkembangan Harga Gula dan Minyak Goreng
Gula pasir juga memiliki dua kategori harga yang dilaporkan oleh PIHPS Nasional. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.250 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal sedikit lebih murah, yakni Rp19.150 per kilogram. Ketersediaan gula di pasar selalu dipantau ketat oleh pemerintah.
Minyak goreng curah berada di harga Rp20.600 per liter, menunjukkan stabilitas relatif di pasaran. Minyak goreng kemasan bermerek I dihargai Rp24.200 per liter. Konsumen memiliki pilihan antara minyak curah yang lebih ekonomis dan minyak kemasan yang lebih praktis.
Minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp23.200 per liter, melengkapi daftar harga komoditas strategis yang dipantau. Perbedaan harga antar merek dan jenis minyak goreng memberikan opsi bagi masyarakat sesuai kebutuhan. Pemantauan harga minyak goreng menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sumber: AntaraNews