Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi memulai proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bengo di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, pada hari Minggu. Langkah strategis ini bertujuan utama untuk mendongkrak produksi pertanian lokal. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat sektor pangan di wilayah tersebut secara signifikan.
Rehabilitasi DI Bengo menjadi bagian integral dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memajukan sektor pertanian. Peningkatan infrastruktur pengairan menjadi fokus utama program pembangunan daerah. Proyek ini merupakan bagian dari Paket 2 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi jaringan irigasi.
Proyek multi-tahun ini mencakup Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp268,9 miliar. Jaringan irigasi yang ada telah dibangun sejak era kolonial dan kini mengalami penurunan fungsi. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak lagi optimal, sehingga perbaikan mendesak diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Infrastruktur Pengairan Melalui MYP
Proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan bagian krusial dari Paket 2 Multi Years Project (MYP) yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Total anggaran yang disiapkan untuk proyek ini mencapai Rp268,9 miliar, menunjukkan skala investasi yang besar. Dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur pengairan di tiga kabupaten utama, yaitu Bone, Soppeng, dan Wajo.
Khusus untuk Kabupaten Bone, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp118 miliar guna merehabilitasi delapan daerah irigasi. Daerah irigasi yang akan diperbaiki meliputi DI Unyi, DI Lanca, DI Jaling, DI Salomekko, DI Waru-Waru, DI Bengo, DI Selli Coppobulu, dan DI Lalengrie. Fokus pada delapan titik ini diharapkan memberikan dampak luas bagi petani dan mendukung keberlanjutan pertanian.
Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa jaringan irigasi tersebut telah mengalami penurunan fungsi yang signifikan sejak dibangun pada era kolonial. Banyaknya kebocoran pada saluran utama telah menghambat distribusi air secara optimal ke lahan pertanian. Oleh karena itu, perbaikan difokuskan pada saluran utama agar suplai air ke lahan pertanian dapat lebih maksimal dan berkelanjutan, memastikan keberlanjutan pasokan air bagi ribuan hektare sawah.
Advertisement
Advertisement
Dampak Rehabilitasi Irigasi Bengo bagi Petani
Rehabilitasi khusus untuk Daerah Irigasi Bengo memiliki peran vital dalam mendukung pengairan sekitar 2.600 hektare lahan sawah. Lahan ini selama ini menjadi salah satu penopang produksi pertanian masyarakat di Kabupaten Bone. Peningkatan efisiensi pengairan diharapkan akan langsung berdampak pada hasil panen.
Dengan suplai air yang lebih maksimal dan stabil, produktivitas pertanian di wilayah tersebut diproyeksikan akan meningkat secara signifikan. Petani dapat menanam dengan lebih percaya diri, mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air. Hal ini secara langsung akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Gubernur berharap proyek rehabilitasi ini dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Penyelesaian tepat waktu akan segera memberikan manfaat langsung bagi para petani di Bone. “Semoga rehabilitasi ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews