Sorot
{{caption}}
Spanyol vs Tanjung Verde: Vozinha Pemain Terbaik, Kiper Kedua yang Jadi MOTM Piala Dunia 2026

{{caption}}
Akrobat Vozinha Bantu Tanjung Verde Petik Poin Bersejarah di Piala Dunia 2026

{{caption}}
BGN: Insentif SPPG Tak Lagi Merata Rp 6 Juta per Hari

{{caption}}
Presiden Palestina Mahmoud Abbas Tiba-Tiba Telepon Prabowo

{{caption}}
Kapten Timnas Belanda Sentil Aturan Hydration Break di Piala Dunia 2026

{{caption}}
Diadang Polisi, Mahasiswa Uhamka Berunjuk Rasa di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta

Topik Terkait
{{caption}}
Tenaga Pendidik Dukung Pembatasan Media Sosial Anak oleh Komdigi, Fokuskan Kemandirian

Kebijakan Komdigi membatasi media sosial untuk anak di bawah 16 tahun mendapat dukungan penuh dari tenaga pendidik. Langkah ini dinilai krusial untuk memfokuskan kemandirian anak dan menyaring konten negatif yang beredar luas.

{{caption}}
Mendikdasmen Minta Provider Seleksi Penggunaan Medsos, Tegaskan Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meminta provider telekomunikasi turut serta dalam upaya pembatasan media sosial anak di bawah 16 tahun untuk melindungi mereka dari dampak negatif.

{{caption}}
Inggris Terapkan Jam Malam Akses TikTok dan Instagram

Pemerintah Inggris telah memulai pengujian pembatasan penggunaan media sosial bagi ratusan remaja.

{{caption}}
Akademisi Undana Soroti Pentingnya Literasi Digital Dampingi Pembatasan Media Sosial Anak

Kebijakan pembatasan media sosial anak akan berlaku 28 Maret 2026. Akademisi Undana menilai literasi digital wajib menyertai pembatasan media sosial anak agar efektif dan berdampak positif.

{{caption}}
Rem Darurat Digital: Pemerintah Resmi Terapkan Pembatasan Media Sosial Anak Usia di Bawah 16 Tahun

Pemerintah resmi memberlakukan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, menunda akses media sosial anak di bawah 16 tahun pada platform berisiko tinggi sebagai upaya perlindungan anak digital.

{{caption}}
Pakar Sebut Pembatasan Medsos Anak per 28 Maret Perkuat Keamanan Digital Nasional

Penggunaan algoritma untuk mendistribusikan konten dan interaksi anonim di media sosial dianggap berisiko bagi pengguna yang belum memiliki kedewasaan.

{{caption}}
Meta Tanggapi Aturan Pemerintah Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Meta memberikan tanggapan mengenai rencana penerapan PP Nomor 9 Tahun 2026 yang akan membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.

{{caption}}
Aturan Baru: Pemerintah Larang Anak Usia di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Implementasi Mulai 28 Maret 2026

Indonesia menjadi negara non-barat pertama yang menerapkan penundaan akses anak di ruang digital sesuai usia.

{{caption}}
Pemerintah Batasi Akses Anak di Bawah 16 Tahun ke Platform Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 untuk membatasi akses anak di bawah 16 tahun ke platform digital berisiko tinggi, demi melindungi mereka dari berbagai ancaman online.

{{caption}}
Komdigi Resmi Batasi Akses Digital Anak di Bawah 16 Tahun untuk Lindungi Generasi Muda

Pemerintah Indonesia melalui Komdigi resmi memberlakukan Pembatasan Akses Digital Anak di bawah 16 tahun, sebuah langkah penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman siber dan kecanduan digital yang kian marak.

{{caption}}
Malaysia Siapkan Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026, Demi Keselamatan Digital

Pemerintah Malaysia berencana memberlakukan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun mulai 2026. Kebijakan ini bertujuan memperkuat keselamatan digital anak, membuat orang tua penasaran akan dampaknya.

{{caption}}
Australia Resmi Larang Bocah di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial, Perusahaan Terancam Denda Ratusan Miliar

Undang-undang terkait larangan tersebut disahkan parlemen pada Kamis (28/11).

{{caption}}
Terungkap 32 Badan Amal Inggris Salurkan Puluhan Juta Poundsterling ke Pemukim Ilegal Israel di Palestina

Seorang anggota parlemen Inggris mendesak dilakukannya penyelidikan terhadap puluhan badan amal tersebut.

{{caption}}
Cara Unik Mengenang Anjing Kesayangan, Abu Kremasi Dijadikan Eyeliner

Anjing ini telah menemani pemiliknya selama dua dekade.

{{caption}}
Inggris Lengkapi Jet Tempur di Timur Tengah dengan Anti Drone

Disebutkan bahwa kurang dari dua bulan berlalu antara pengujian sistem tersebut dan penerapannya.

{{caption}}
Ramai-Ramai Parlemen Tuntut PM Inggris Keir Starmer Mundur, Ini Penyebabnya

Bagaimana tanggapan Perdana Menteri Inggris terhadap tuntutan agar ia mengundurkan diri? Berikut penjelasannya secara lengkap.

{{caption}}
Inggris Kirim Kapal Tempur ke Timur Tengah, Siap Amankan Selat Hormuz

Ketegangan meningkat di kawasan itu setelah Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari melancarkan serangan ke Iran.

{{caption}}
Inggris Kerahkan Kapal Tempur Amankan Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Regional

Inggris mengirimkan kapal perang ke Timur Tengah untuk mengamankan Selat Hormuz, menyusul meningkatnya ketegangan dan gangguan pelayaran di jalur strategis ini.

{{caption}}
Kanada Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos

Mengikuti Australia, Indonesia, dan Malaysia, pemerintah Kanada secara resmi melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun untuk memiliki akun di media sosial.

{{caption}}
Ikuti Australia dan Prancis, Austria Larang Penggunaan Media Sosial Bagi Remaja

Partai Sosial Demokrat Austria (SPO) dan partai liberal NEOS sepakat dengan prinsip larangan tersebut.

{{caption}}
Parlemen Prancis Setuju Larang Anak di Bawah 15 Tahun Akses Media Sosial

Presiden Prancis Emmanuel Macron, menyambut baik disahkannya RUU yang melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah 15 tahun.

{{caption}}
Tahun Depan Malaysia akan Larang Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Media Sosial

Malaysia kini bergabung dengan negara-negara lain di dunia yang melarang anak di bawah umur untuk menggunakan media sosial.

{{caption}}
Denmark Akan Larang Media Sosial bagi Anak di Bawah Usia 15 Tahun

PM Mette Frederiksen mengumumkan langkah ini demi melindungi anak dari dampak negatif ponsel dan jejaring sosial.

{{caption}}
Fakta Mengejutkan Protes Nepal: 34 Tewas, Ribuan Luka, dan Gen Z Jadi Pemicu Utama Kerusuhan

Gelombang Protes Nepal memakan korban jiwa dan ribuan luka, dipicu oleh larangan media sosial dan ketidakpuasan publik. Presiden imbau kerja sama, militer dikerahkan.