Bupati Kutim Dorong Pertanian Kutai Timur Jadi Penggerak Ekonomi Gantikan Tambang
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan Pertanian Kutai Timur dalam arti luas menjadi bagian penting transformasi ekonomi untuk menggeser dominasi sektor pertambangan di daerah tersebut.
Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, secara tegas menyatakan bahwa sektor pertanian dalam arti luas, termasuk peternakan, merupakan kunci utama dalam transformasi ekonomi daerah. Langkah ini bertujuan untuk menggeser ketergantungan pada sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kutim. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah Talkshow di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutim, Sangatta, Kalimantan Timur, pada Selasa (3/6).
Ardiansyah Sulaiman menyoroti potensi besar Kutai Timur yang memiliki lahan dan sumber daya melimpah untuk mendukung pengembangan pertanian dan peternakan. Potensi ini diharapkan dapat menjadi daya dorong pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. Transformasi ini menjadi sangat relevan mengingat urgensi diversifikasi ekonomi daerah.
Sejak tahun 2023 hingga 2026, pertanian di Kutim menunjukkan perkembangan pesat, terutama dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memicu semangat untuk menyuplai kebutuhan pangan. Strategi yang diterapkan meliputi perluasan lahan, pemanfaatan teknologi modern, dan diversifikasi komoditas pertanian.
Ekspansi Lahan dan Peningkatan Produksi Padi
Pengembangan sektor pertanian di Kutai Timur menunjukkan progres signifikan, terutama dalam perluasan lahan sawah dan peningkatan produksi padi. Data terkini mencatat luas lahan sawah mencapai 2.638 hektare (ha), dengan target penambahan 1.106 hektare (ha) lagi. Dari target tersebut, 400 hektare sudah berhasil terealisasi, sementara rencana jangka panjang menargetkan perluasan hingga 20.000 hektare.
Peningkatan produksi padi juga menjadi fokus utama dalam pengembangan Pertanian Kutai Timur. Pada tahun 2025, produksi padi ditargetkan mencapai 13.200 ton gabah per tahun, yang setara dengan 7.500 ton beras. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 40% dibandingkan produksi tahun 2023.
Tidak hanya volume produksi, produktivitas lahan padi juga mengalami peningkatan yang menggembirakan. Dari sebelumnya 3,9–4 ton per hektare, kini produktivitas telah mencapai 5–7 ton per hektare. Peningkatan ini membuktikan efektivitas strategi yang diterapkan dalam pengelolaan lahan dan penggunaan teknologi pertanian.
Pemanfaatan Lahan Eks Tambang untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur juga aktif menjalankan program Rehabilitasi Lingkungan dengan memanfaatkan lahan eks tambang yang sebelumnya tidak produktif. Lahan-lahan ini diubah menjadi area pertanian produktif untuk menanam jagung, singkong, dan palawija lainnya. Inisiatif ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga upaya reklamasi lingkungan.
Hingga saat ini, sudah ada 328 hektare lahan eks tambang yang berhasil dioptimalkan dan menjadi sumber pangan penting bagi masyarakat Kutai Timur. Program ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Pemanfaatan lahan eks tambang ini menjadi contoh nyata diversifikasi ekonomi melalui Pertanian Kutai Timur.
Pengembangan Sektor Peternakan yang Progresif
Sektor peternakan di Kutai Timur juga mengalami perbaikan dan pertumbuhan yang menjanjikan sebagai bagian dari strategi Pertanian Kutai Timur. Populasi sapi, misalnya, menunjukkan peningkatan dari sekitar 13.500 ekor pada tahun 2023 menjadi 15.000 ekor pada tahun 2025. Target ambisius selanjutnya adalah mencapai 24.000 ekor sapi pada tahun 2027.
Untuk populasi kambing dan domba, angkanya stabil di kisaran 8.200 ekor per tahun, sementara kerbau tercatat sekitar 1.800 ekor, yang banyak ditemukan di daerah rawa-rawa Kecamatan Muara Wahau dan Kaubun. Subsektor unggas, baik ayam maupun itik, mencapai 2,4 juta ekor dengan produksi telur yang naik 40 persen, hampir mencukupi kebutuhan konsumsi kabupaten.
Beberapa program unggulan yang dijalankan untuk mendukung peternakan meliputi Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) dan Inseminasi Buatan massal. Program inseminasi buatan ini menargetkan 500 ekor per tahun untuk menghasilkan setidaknya 100 pedet per tahun, mempercepat peningkatan populasi ternak.
Dorongan Bupati untuk Aksi Nyata Generasi Muda
Dalam kesempatan Talkshow tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman juga memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Stiper Kutim. Ia menekankan pentingnya tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi harus berani memulai usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada. Sektor peternakan dan pertanian, bahkan dari skala kecil, menawarkan peluang yang sangat terbuka.
"Jangan banyak wacana, karena yang dibutuhkan adalah aksi nyata. Peluang di sektor peternakan dan pertanian sangat terbuka, tinggal siapa yang mau menjadi pelakunya," ujar Ardiansyah, menyemangati para mahasiswa. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya peran aktif generasi muda dalam mewujudkan visi Pertanian Kutai Timur sebagai penggerak ekonomi.
Sumber: AntaraNews