Transformasi Ekonomi Kukar Perkuat Fondasi Pangan Menuju Kutai Kartanegara Idaman Terbaik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) gencar melakukan transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif ke pertanian, memperkuat fondasi pangan demi kemandirian dan menyambut IKN.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Transformasi Ekonomi Kukar Perkuat Fondasi Pangan Menuju Kutai Kartanegara Idaman Terbaik
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) gencar melakukan transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif ke pertanian, memperkuat fondasi pangan demi kemandirian dan menyambut IKN. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, secara konsisten mengimplementasikan transformasi ekonomi dari sektor migas dan batu bara menuju pertanian dalam arti luas. Langkah strategis ini bertujuan utama untuk membangun fondasi pangan yang kokoh, sehingga Kukar tidak lagi bergantung pada pasokan dari daerah lain. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menjelaskan bahwa fokus pembangunan saat ini adalah transisi dari visi fase ‘Kukar Idaman 2021-2026’ menuju penguatan fondasi berkelanjutan. Pergeseran ini ditandai dengan peningkatan visi di fase 'Kutai Kartanegara Idaman Terbaik 2025-2029', yang lebih spesifik dan strategis. Transformasi ekonomi Kukar ini juga menjadi respons proaktif dalam menyambut keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Visi baru "Kutai Kartanegara Idaman Terbaik" secara eksplisit mengusung tujuan "Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, dan Industri Hijau yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan". Perubahan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk beralih dari ekonomi ekstraktif ke sektor terbarukan. Hilirisasi pertanian dan kemandirian ekonomi desa menjadi prioritas utama dalam misi ini.

Memasuki fase "Kukar Idaman Terbaik", visi pemerintahan di Kutai Kartanegara telah ditingkatkan menjadi lebih spesifik dan strategis. Visi ini adalah "Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, dan Industri Hijau yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan". Perubahan ini menandai komitmen serius pemerintah daerah untuk diversifikasi ekonomi.

Transformasi ekonomi Kukar ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Kukar dalam menyambut keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, ini juga merupakan upaya signifikan untuk beralih dari ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti tambang migas dan batu bara. Fokus kini beralih ke pengembangan sektor terbarukan (renewable resources) yang lebih berkelanjutan.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menegaskan bahwa penguatan fondasi berkelanjutan melalui peningkatan visi ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi Kukar dapat memberikan manfaat yang merata. Dengan demikian, Kukar berupaya menjadi daerah yang mandiri dan berdaya saing di masa depan.

Misi "Kutai Kartanegara Idaman Terbaik" secara khusus difokuskan pada hilirisasi pertanian dan kemandirian ekonomi desa. Strategi ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga ke lapisan masyarakat terbawah. Pemerintah daerah ingin menciptakan dampak positif yang inklusif bagi seluruh warganya.

Dalam upaya mewujudkan kemandirian desa, Pemerintah Kabupaten Kukar menggandeng pemerintah desa untuk merealisasikan lumbung pangan. Desa-desa memiliki alokasi anggaran sebesar 20 persen dari Dana Desa yang dapat dimanfaatkan untuk Program Ketahanan Pangan Nasional. Inisiatif ini memberdayakan desa untuk berkontribusi langsung pada ketahanan pangan daerah.

Sejumlah desa di Kukar telah merealisasikan program ini sejak tahun 2025 hingga saat ini. Salah satu contoh keberhasilan adalah Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang yang melakukan panen padi pada pekan terakhir Maret lalu. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa.

Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian hingga pemerintah desa, telah membuahkan hasil signifikan. Produksi padi Kukar kini menjadi yang terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur. Ini membuktikan bahwa strategi hilirisasi pertanian dan pemberdayaan desa berjalan sesuai harapan dan memberikan kontribusi nyata.

Kutai Kartanegara telah membuktikan diri sebagai produsen padi terbesar di Provinsi Kalimantan Timur. Pada tahun 2025, dari total 270,87 ton gabah kering giling (GKG) di Kaltim, Kukar menyumbang 110,87 ton GKG. Angka ini jauh melampaui Kabupaten Paser dengan 67,65 ton GKG dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan 47,58 ton GKG.

Selain produksi gabah, Kukar juga memiliki luas panen padi terluas di Kaltim. Dari total luas panen padi Kaltim sebesar 66.518 hektare pada tahun 2025, Kabupaten Kukar menyumbang 26.287 hektare. Angka ini lebih besar dibandingkan Kabupaten Paser yang memiliki 14.599 hektare dan Kabupaten PPU dengan 13.570 hektare.

Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mengembangkan sektor pertanian. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, Kukar berhasil mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya manusianya. Keberhasilan ini memperkuat posisi Kukar sebagai fondasi pangan utama di Kalimantan Timur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi