Tahukah Anda, Potensi Besar Hilirisasi Perkebunan Sulut Dikawal Mentan Amran Sulaiman?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman perkuat hilirisasi perkebunan Sulut, pastikan potensi besar daerah ini diolah maksimal demi kesejahteraan petani. Bagaimana strateginya?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kunjungan kerja ini bertujuan mengoptimalkan potensi besar perkebunan lokal. Ia menekankan pentingnya pengolahan hasil perkebunan dari hulu hingga hilir.
Dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan di Manado pada Jumat, 12 September, Menteri Amran menyatakan bahwa potensi pertanian dan perkebunan di Sulut sangat besar. Oleh karena itu, potensi ini harus dikawal secara menyeluruh untuk memberikan nilai tambah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian berupaya mendorong agar hasil perkebunan Sulut tidak hanya dijual sebagai bahan setengah jadi. Sebaliknya, produk-produk tersebut harus diolah menjadi bahan jadi. Strategi ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memajukan sektor pertanian.
Pentingnya Hilirisasi untuk Nilai Tambah
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara tegas menyatakan bahwa hasil perkebunan di Sulawesi Utara tidak boleh hanya berhenti pada penjualan bahan setengah jadi. Ia mendorong agar komoditas tersebut diolah lebih lanjut menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Langkah ini krusial untuk memaksimalkan keuntungan bagi daerah dan petani.
Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa penguatan hilirisasi perkebunan Sulut merupakan mandat langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. "Saya ditugaskan oleh pak Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia, juga Sulut menjadi salah satu prioritas," katanya. Prioritas ini menunjukkan fokus pemerintah terhadap pengembangan sektor agribisnis di wilayah tersebut.
Dengan adanya pengolahan produk menjadi bahan jadi, diharapkan akan timbul efek berganda (multiplayer effect) yang signifikan. Proses ini tidak hanya akan mengurangi angka pengangguran, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan. Pada akhirnya, peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Utara akan tercapai secara berkelanjutan.
Sinergi dan Dukungan Pemerintah Daerah
Untuk mewujudkan penguatan hilirisasi perkebunan Sulut secara maksimal, Menteri Amran menekankan pentingnya sinergi antar kepala daerah. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan dalam mengawal program ini. Sinergi yang kuat akan memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif di lapangan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Pertanian akan menyalurkan bantuan bibit untuk beberapa komoditas unggulan daerah. Bantuan ini mencakup bibit kelapa, kakao, dan pala, yang dipilih berdasarkan kearifan lokal Sulawesi Utara. Penyediaan bibit berkualitas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen petani.
Rapat koordinasi mengenai hilirisasi perkebunan Sulut ini dihadiri oleh para bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Utara. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program hilirisasi. Diskusi dalam rakor ini diharapkan menghasilkan strategi implementasi yang terpadu dan berkelanjutan.
Peran Strategis Sulut dalam Ketahanan Pangan
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menyoroti peran strategis provinsi ini dalam menopang ketahanan pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa sektor pertanian Sulut berkontribusi sekitar 20,59 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada kuartal pertama tahun 2025 secara nasional. Angka ini menegaskan pentingnya Sulut dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Mailangkay juga memastikan bahwa ketersediaan dan stok pangan di Sulawesi Utara sangat mencukupi kebutuhan masyarakat. Meskipun demikian, ia mengakui adanya tantangan berupa alih fungsi lahan pertanian yang terjadi saat ini. Fenomena ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan lahan pertanian dan perkebunan di Sulawesi Utara. Upaya ini dilakukan untuk mengimbangi laju alih fungsi lahan dan memastikan keberlanjutan produksi pangan. Dengan demikian, Sulut dapat terus berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung program hilirisasi perkebunan Sulut.
Sumber: AntaraNews