Wagub Sulut: Pembangunan Keluarga Pilar Utama Dorong SDM Berkualitas Bangsa
Wakil Gubernur Sulawesi Utara menegaskan pembangunan keluarga menjadi pilar krusial dalam menciptakan SDM berkualitas, melalui program Bangga Kencana dan strategi kependudukan yang terintegrasi.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Victor J. Mailangkay, menyatakan bahwa pembangunan keluarga merupakan pilar utama dalam upaya mendorong terbentuknya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pernyataan ini disampaikan Victor di Manado pada hari Senin, menyoroti peran sentral keluarga dalam kemajuan bangsa.
Menurut Victor, keluarga bukan hanya unit sosial terkecil, melainkan fondasi vital yang membentuk karakter, nilai, serta kualitas generasi penerus. Dari keluarga yang kuat, akan lahir individu-individu yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di berbagai bidang.
Gubernur Victor menekankan bahwa program Bangga Kencana yang sedang berjalan bukan sekadar inisiatif pengendalian penduduk. Program ini adalah gerakan pembangunan komprehensif yang menyentuh seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari remaja hingga lanjut usia.
Fondasi Kuat Melalui Program Bangga Kencana
Program Bangga Kencana dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aspek penting yang mendukung ketahanan dan kualitas keluarga di Indonesia. Inisiatif ini mencakup kesehatan reproduksi, penguatan ketahanan keluarga, serta pengembangan potensi remaja.
Selain itu, program ini juga fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga, memastikan setiap unit keluarga memiliki kemandirian finansial. Integrasi aspek-aspek ini bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan individu.
Melalui pendekatan holistik, Bangga Kencana berupaya menghasilkan individu-individu yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas secara intelektual dan produktif. Tujuannya adalah membentuk SDM yang kompetitif dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan nasional.
Tantangan dan Langkah Strategis Pembangunan Kependudukan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah berhasil menginternalisasi 30 indikator Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJKP) ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra Perangkat Daerah). Ini merupakan langkah signifikan untuk menjawab tantangan kependudukan hingga tahun 2025.
Meskipun demikian, Wakil Gubernur Victor mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Tantangan tersebut meliputi masih adanya keluarga berisiko stunting dan pernikahan usia muda yang perlu perhatian serius.
Selain itu, kesenjangan akses pelayanan keluarga berencana di wilayah kepulauan dan terpencil masih menjadi isu krusial. Peningkatan kualitas data serta pelaporan program di lapangan juga sangat dibutuhkan untuk efektivitas program.
Victor berharap semua pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan merumuskan langkah-langkah konkret. Tujuannya adalah menciptakan strategi yang lebih efektif dan terarah dalam mengatasi berbagai isu kependudukan yang ada.
Beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam pembangunan kependudukan di Sulawesi Utara meliputi:
Dengan komitmen dan sinergi yang kuat dari semua pihak, diharapkan Sulawesi Utara dapat mengatasi berbagai tantangan kependudukan ini. Pembangunan keluarga yang kokoh akan menjadi landasan utama dalam mewujudkan generasi penerus yang unggul, siap bersaing di kancah global, dan berkontribusi maksimal bagi kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Sulawesi Utara dan Indonesia.
Sumber: AntaraNews