Bupati Aceh Barat Perkuat Ketahanan Pangan dengan Dukungan Danjen Kopassus
Bupati Aceh Barat bertemu Danjen Kopassus untuk memperkuat Ketahanan Pangan Aceh Barat, membahas percepatan proyek irigasi vital dan penanganan banjir, menjanjikan kolaborasi strategis.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, baru-baru ini melakukan kunjungan penting ke Markas Komando Kopassus di Cijantung, Jakarta, untuk bertemu dengan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi. Pertemuan strategis ini bertujuan utama untuk memperkuat Ketahanan Pangan Aceh Barat serta mendapatkan dukungan bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga sebuah momentum krusial untuk mengukuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi militer. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya mengatasi tantangan pangan.
Dalam diskusi mendalam, berbagai isu penting dibahas, termasuk percepatan proyek infrastruktur vital yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Fokus utama adalah kelanjutan pembangunan Irigasi Lhok Guci yang sangat dibutuhkan untuk menopang produksi pertanian di Aceh Barat.
Percepatan Proyek Irigasi Lhok Guci untuk Ketahanan Pangan
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai kelanjutan proyek Irigasi Lhok Guci, sebuah infrastruktur krusial bagi pertanian di Aceh Barat. Irigasi ini merupakan sumber air vital bagi sebagian besar lahan sawah petani yang selama ini mengandalkan tadah hujan, sehingga keberlanjutannya sangat mempengaruhi Ketahanan Pangan Aceh Barat. Tanpa pasokan air yang stabil, produktivitas pertanian di daerah tersebut akan sangat terganggu.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) sempat menyatakan kesiapan untuk mengucurkan anggaran sebesar Rp1 triliun guna menuntaskan proyek ini. Namun, rencana tersebut sempat tertunda akibat bencana banjir besar di Aceh yang menyebabkan refocusing anggaran menjadi nol, bertepatan dengan pergantian pejabat di Dirjen SDA. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan masa depan proyek vital tersebut.
Kini, posisi Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diamanahkan kepada Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, seorang perwira tinggi dengan latar belakang Kopassus. Pergantian ini diharapkan membawa angin segar dan percepatan bagi kelanjutan proyek Irigasi Lhok Guci, mengingat pentingnya proyek ini bagi suplai air pertanian dan upaya penguatan Ketahanan Pangan Aceh Barat. Kehadiran beliau diharapkan dapat mempermudah koordinasi lintas sektor.
Penanganan Banjir dan Dukungan Lintas Sektoral
Selain proyek irigasi, pemerintah daerah juga membahas pembangunan kolam retensi di Kota Meulaboh, Aceh Barat. Kolam retensi ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda pusat kota dan lingkungan masyarakat perkotaan, yang secara tidak langsung juga mempengaruhi stabilitas Ketahanan Pangan Aceh Barat melalui kerusakan lahan dan infrastruktur. Penanganan banjir menjadi prioritas untuk menjaga keberlanjutan ekonomi lokal.
Letjen TNI Djon Afriandi, Danjen Kopassus, memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Bumi Teuku Umar, sebutan untuk Aceh Barat. Beliau pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 012/Teuku Umar pada periode 2020–2022, sehingga memahami betul kondisi geografis, sosial, dan kebutuhan mendesak daerah tersebut. Pengalaman ini menjadi modal berharga dalam mendukung pembangunan.
Merespons aspirasi yang disampaikan Bupati Tarmizi, Letjen Djon Afriandi menyatakan kesiapannya untuk mengawal agenda pembangunan di Aceh Barat. Beliau berkomitmen untuk membangun komunikasi lintas sektoral dengan berbagai kementerian terkait, menunjukkan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan di daerah tersebut. Ini termasuk upaya untuk memastikan pendanaan dan koordinasi yang efektif.
Bupati Tarmizi menambahkan bahwa Danjen Kopassus merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap Aceh Barat karena pernah bertugas di sana. Dukungan ini diharapkan menjadi katalisator bagi berbagai proyek pembangunan, termasuk yang berkaitan dengan Ketahanan Pangan Aceh Barat dan penanganan bencana, demi kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program strategis.
Sumber: AntaraNews