Pemkot Padang Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Lahan Pertanian dan Investasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan lahan pertanian dengan kebutuhan investasi di Padang, demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, secara tegas menyatakan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan pertanian dengan kebutuhan pembangunan serta investasi di daerah. Pernyataan ini disampaikan dalam upaya memastikan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan keberlanjutan sektor pangan dan lingkungan.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan pandangan strategis ini di sela-sela rapat koordinasi percepatan penetapan dan integrasi lahan pertanian pangan berkelanjutan. Pertemuan penting tersebut berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, mengumpulkan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.
Komitmen Pemkot Padang terhadap kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan ditegaskan, namun aspek keseimbangan antara kedua hal ini juga menjadi perhatian utama. Hal ini krusial untuk menghadapi tantangan pembangunan kota metropolitan yang terus berkembang pesat.
Tantangan Perlindungan Lahan Pertanian di Padang
Kota Padang saat ini memiliki lahan baku sawah seluas 4.357,74 Hektare (Ha), dengan target penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan mencapai 3.791,23 Ha hingga tahun 2029. Angka ini setara dengan sekitar 87 persen dari total lahan baku sawah yang ada, menunjukkan komitmen kuat terhadap ketahanan pangan lokal.
Namun, data yang dipaparkan menunjukkan bahwa luas lahan yang telah tersedia baru mencapai 2.123,64 Ha, atau sekitar 48 persen dari target yang ditetapkan. Kondisi ini menyisakan kekurangan lahan seluas 1.667,59 Ha yang harus dipenuhi dalam beberapa tahun ke depan, menimbulkan tantangan signifikan bagi pemerintah kota dalam mencapai target.
Target 87 persen tersebut bukan hanya target lokal, melainkan juga merupakan target provinsi yang harus dicapai bersama oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Sebagai ibu kota provinsi, Pemkot Padang juga memiliki tanggung jawab besar untuk mengakomodasi kebutuhan pembangunan infrastruktur, investasi, pusat pemerintahan, dan pusat pendidikan yang terus berkembang.
Kondisi geografis dan status Padang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional menambah kompleksitas dalam upaya mempertahankan lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif.
Strategi Pemkot Padang untuk Keseimbangan Pembangunan
Maigus Nasir menjelaskan bahwa jika target lahan pertanian pangan berkelanjutan sepenuhnya dibebankan kepada Pemkot Padang, pencapaiannya akan sangat sulit. Hal ini mengingat dinamika pembangunan dan pertumbuhan kota yang pesat, yang memerlukan alokasi lahan untuk berbagai sektor vital.
Oleh karena itu, Pemkot Padang mengusulkan agar daerah yang secara zonasi tidak memungkinkan untuk memenuhi target lahan pertanian pangan berkelanjutan dapat dibantu oleh daerah lain yang memiliki potensi lahan lebih luas. Usulan ini bertujuan untuk mencapai target provinsi secara kolektif dan lebih efisien tanpa mengorbankan pembangunan di Padang.
"Kami mengusulkan target lahan pertanian pangan berkelanjutan dibantu atau didukung oleh daerah lain yang memiliki potensi lahan lebih luas," tambah Maigus Nasir, menekankan pentingnya kerja sama antar daerah. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menciptakan solusi yang adil dan berkelanjutan.
Dengan demikian, strategi ini tidak hanya memastikan bahwa perlindungan lahan pertanian tetap optimal, tetapi juga tidak menghambat investasi dan pembangunan. Keseimbangan ini akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Sumber: AntaraNews