Kodam XX Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Korban Diduga Terkena Peluru Nyasar di UNP
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan dua warga sipil yang diduga terkena peluru nyasar di kawasan Rektorat UNP, Padang, saat investigasi masih berjalan.
Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol mengambil langkah cepat dengan memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan dua warga sipil. Kedua korban diduga terkena peluru nyasar di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada Selasa sore. Insiden tak terduga ini memicu perhatian serius dari pihak militer setempat dan masyarakat luas. Kodam XX berkomitmen penuh terhadap penanganan para korban.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq menyatakan komitmen tersebut di Kota Padang pada Selasa malam. Meskipun investigasi masih berlangsung, Kodam XX menegaskan akan memberikan bantuan penuh kepada para korban. Prioritas utama adalah memastikan penanganan medis yang cepat dan optimal bagi mereka yang terluka. Tindakan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral.
Seorang mahasiswi UNP dan satu warga sipil lainnya kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo. Tindakan Kodam XX ini menunjukkan tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat. Mereka berupaya memastikan warga yang terluka mendapatkan penanganan terbaik tanpa terkendala biaya. Pemulihan kondisi korban menjadi fokus utama saat ini.
Komitmen Kodam XX dalam Penanganan Korban
Kolonel Taufiq menegaskan bahwa Kodam XX akan menanggung seluruh biaya pengobatan kedua korban insiden peluru nyasar. Meskipun status insiden ini masih dalam tahap investigasi mendalam, bantuan medis tetap menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada penundaan dalam perawatan yang krusial. Kodam XX ingin memastikan hak korban terpenuhi.
Hingga Selasa malam, tim medis di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara masih melakukan operasi. Operasi tersebut bertujuan mengangkat proyektil yang tertinggal di kaki mahasiswi UNP yang menjadi salah satu korban. Kondisi korban terus dipantau secara ketat oleh tim dokter. Pemulihan korban menjadi aspek paling penting bagi Kodam XX.
Korban laki-laki diketahui mengalami luka di bagian tangan, sementara mahasiswi UNP terkena di bagian paha. Kedua korban kini berada dalam pengawasan intensif di fasilitas kesehatan militer tersebut. Kodam XX memastikan bahwa semua kebutuhan medis mereka akan terpenuhi sepenuhnya. Dukungan penuh diberikan selama masa pemulihan.
Komitmen ini menunjukkan kepedulian TNI terhadap keselamatan warga sipil. Meskipun penyebab pasti peluru nyasar belum terungkap, Kodam XX tidak menunggu hasil investigasi untuk bertindak. Mereka langsung mengambil alih tanggung jawab biaya pengobatan. Ini demi kesejahteraan para korban.
Investigasi Mendalam Asal Peluru Nyasar
Pascainsiden, Kodam XX terus berupaya mengumpulkan informasi dan melakukan investigasi mendalam. Penyelidikan ini mencakup upaya mencari tahu secara pasti asal peluru nyasar tersebut yang melukai warga. Keterbukaan dan transparansi menjadi kunci penting dalam proses ini. Semua pihak diharapkan kooperatif.
Polisi Militer Kodam (Pomdam) XX/Tuanku Imam Bonjol juga telah turun tangan melakukan investigasi komprehensif. Mereka memeriksa area latihan menembak maupun lokasi kejadian di sekitar Rektorat UNP. Berbagai informasi dan bukti dikumpulkan secara teliti untuk mengungkap fakta sebenarnya. Proses ini memerlukan kecermatan tinggi.
Kolonel Taufiq tidak menampik bahwa pada saat kejadian, Satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan menembak. Namun, belum dapat dipastikan secara definitif apakah sumber peluru berasal dari area latihan tersebut. Perluasan penyelidikan terus dilakukan.
Hasil investigasi ini sangat penting untuk memberikan kejelasan kepada publik dan korban. Kodam XX berkomitmen untuk menyelesaikan penyelidikan secepat mungkin. Mereka akan mengambil tindakan sesuai hasil yang ditemukan. Ini untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews