Penjelasan Istana soal Pencopotan 3 Pimpinan BGN di Tengah Isu Dugaan Jual Beli SPPG
Prasetyo menyampaikan pemerintah tengah melakukan audit internal di BGN usai tiga pimpinan lembaga tersebut dicopot.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi soal adanya temuan dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga, ini menjadi ini menjadi penyebab tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot.
Prasetyo menyampaikan pemerintah tengah melakukan audit internal di BGN usai tiga pimpinan lembaga tersebut dicopot Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menjadi bagian evaluasi dan monitoring agar BGN menjalanka tugas sebaik-baiknya.
"Semua sedang dalam proses audit internal itu adalah bagian dari monitoring terus menerus yang kita lakukan karena kita memang menghendaki BGN dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebaik-baiknya," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6).
Prasetyo menekankan BGN memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah, khususnya terkait peningkatan kualitas gizi masyarakat. Menurut dia, BGN dituntut mampu melakukan tata kelola yang kuat serta kepemimpinan yang memastikan program prioritas MBG berjalan sesuai standar.
"Tugas ini tentu menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas," tutur dia.
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta dua Wakil Kepala BGN lainnya yakni, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya.
Prabowo lantas mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Kemudian, Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil BGN yang baru. Keduanya menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya yang dicopot Prabowo.
Praktik Jual Beli SPPG
Sebelumnya, Praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) muncul setelah adanya laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan. Setidaknya ada 20 laporan yang masuk ke Polisi.
Sejauh ini, praktik jual beli itu terbongkar di dua daerah. Pertama, Batam. Polisi mengusut dugaan penjualan dua titik SPPG senilai Rp400 juta. Kedua, kasus di Jawa Barat. Dari 21 orang yang mengaku sebagai korban, kerugian ditaksir Rp1,9 miliar.
Dari hasil penelusuran dan bukti yang ada, Badan Gizi Nasional (BGN) menyimpulkan praktik jual beli SPPG ini terorganisir. Ada keterlibatan sebuah kelompok terstruktur di balik penipuan ini.