Tujuh Hari Dicari, Bocah Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga Belum Ditemukan
Tim SAR menghentikan pencarian I Komang Sastra (12) yang terseret ombak di Pantai Yeh Gangga, Bali, setelah tujuh hari operasi tanpa hasil.
Upaya pencarian terhadap I Komang Sastra (12), bocah yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kabupaten Tabanan, Bali, resmi dihentikan pada Rabu (3/6/2026).
Hingga hari ketujuh operasi, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Tim SAR mengerahkan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran darat, laut, hingga pemantauan udara menggunakan drone thermal.
"Pergerakan hari ini, kami kerahkan SRU darat dan SRU laut dan juga SRU udara, menggunakan drone therma menyisir sepanjang pantai," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara.
Pencarian Libatkan Drone dan Helikopter
Pada hari terakhir operasi, sebanyak 26 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Mereka berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polres Tabanan, BPBD Kabupaten Tabanan, Satbrimob Polda Bali, serta unsur Bhabinkamtibmas setempat.
Tim laut mengoperasikan satu unit rubber boat untuk menyisir area seluas sekitar 5,56 mil laut persegi di sekitar lokasi korban hilang. Sementara tim darat melakukan penyisiran sepanjang pantai ke arah timur dan barat hingga radius dua kilometer.
Pemantauan udara dilakukan menggunakan drone thermal yang diterbangkan ke arah barat Pantai Yeh Gangga sejauh sekitar satu kilometer.
Sebelumnya, pada hari kelima operasi, tim SAR juga mendapat dukungan pencarian udara menggunakan helikopter milik SGi Air Bali yang difasilitasi Finns Club. Penerbangan dilakukan selama sekitar satu setengah jam guna memperluas area pencarian.
"Namun hingga pencarian berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," imbuh Juni Antara.
Operasi SAR Dihentikan
Di tengah pencarian, tim sempat menerima laporan dari keluarga mengenai benda yang terlihat mengapung sekitar 200 meter dari bibir pantai. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penerbangan drone thermal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan benda yang dicurigai tersebut hanyalah batang kayu yang terbawa arus laut.
Tim SAR juga menghadapi kendala cuaca dan kondisi laut. Gelombang tinggi serta ombak berlapis membuat proses pencarian di perairan berlangsung cukup berisiko.
Meski demikian, pencarian tetap dilakukan hingga pukul 13.00 WITA. Setelah melalui koordinasi bersama seluruh unsur SAR, aparat setempat, dan keluarga korban, diputuskan operasi pencarian dihentikan.
"Perkembangan operasi SAR hingga sampai hari ke tujuh, sampai hari ini operasi SAR kami hentikan, karena belum ada tanda-tandanya penemuan korban," ujar Juni Antara.
Meski operasi resmi ditutup, tim SAR memastikan akan segera menindaklanjuti apabila di kemudian hari terdapat laporan atau informasi terkait keberadaan korban.