Sempat Dilaporkan Hilang, Nelayan Desa Kawa Ditemukan Selamat Usai Berhari-Hari Hanyut di Laut
Nelayan asal Desa Kawa, Maluku, ditemukan selamat setelah hanyut beberapa hari akibat mesin perahu rusak. Korban dievakuasi dalam kondisi lemas.
Seorang nelayan asal Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ia sempat hilang kontak selama beberapa hari di laut akibat mesin perahu yang digunakannya rusak.
Korban bernama La Sandi (37) ditemukan Tim SAR Gabungan pada Kamis (28/5/2026) di perairan Seram Bagian Barat setelah operasi pencarian memasuki hari kedua.
"Nelayan tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat namun dalam kondisi lemas hari ini di sekitar Perairan Kabupaten SBB dan selanjutnya dievakuasi Tim SAR Gabungan menuju Desa Kawa guna diserahkan kepada pihak keluarga," kata Komandan Tim Operasi SAR SBB, Renhard Lopis dikutip dari Antara, Jumat (29/5/2026).
Korban kemudian dievakuasi menuju Desa Kawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dipertemukan dengan keluarganya.
Hanyut Berhari-hari
Renhard menjelaskan, pada hari kedua operasi pencarian, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik di perairan sekitar lokasi hilangnya korban.
Upaya pencarian terus dilakukan hingga sekitar pukul 11.15 WIT. Pada saat itu, korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup meski mengalami kelelahan setelah hanyut selama beberapa hari di laut.
Berdasarkan data SAR, korban ditemukan sekitar 11,26 mil laut dari Desa Kawa. Jarak tersebut menunjukkan korban terbawa arus cukup jauh sejak perahu yang digunakannya mengalami gangguan mesin.
Kronologi
La Sandi diketahui berangkat melaut pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIT di perairan sekitar Desa Kawa. Namun hingga beberapa hari kemudian ia tidak kunjung kembali.
Laporan mengenai kondisi darurat tersebut diterima Kantor SAR Ambon pada 27 Mei 2026, setelah keluarga kehilangan kontak dengan korban.
"Operasi SAR hari pertama pun sudah dilaksanakan kemarin dengan hasil nihil, dan barulah pada hari kedua Operasi SAR Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Renhard.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Ambon, Polairud Polda Maluku, Babinsa, kelompok nelayan Seram Bagian Barat, masyarakat setempat, hingga keluarga korban.
Dalam proses pencarian, tim menggunakan sejumlah sarana pendukung seperti mobil penyelamat, perahu karet, dan longboat untuk menyisir area pencarian di perairan Seram Bagian Barat.