Misteri Hilangnya Suwito: Tim SAR Terus Cari Nelayan Hilang Selat Sunda Usai Kapal Nanjung Sari Tenggelam
Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan seorang nelayan hilang di Selat Sunda, Suwito, setelah Kapal Nanjung Sari tenggelam ditabrak kapal lain. Bagaimana nasibnya?
Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian intensif terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang setelah Kapal Nanjung Sari tenggelam di perairan Selat Sunda. Insiden tragis ini terjadi tepatnya di sekitar Kecamatan Pesauran, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga korban.
Korban yang masih dalam proses pencarian tersebut diketahui bernama Suwito, seorang warga Teluk Labuan, Pandeglang, yang merupakan salah satu dari lima awak kapal. Sementara itu, empat rekan Suwito berhasil diselamatkan oleh nelayan lain beberapa jam setelah kejadian nahas tersebut, memberikan secercah harapan di tengah musibah.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa kapal nelayan tersebut diduga tenggelam akibat ditabrak oleh kapal lain. "Empat korban berhasil diselamatkan oleh nelayan lain, sementara satu korban atas nama Suwito masih dalam proses pencarian," kata Al Amrad di Kota Serang, Sabtu, menegaskan fokus utama operasi saat ini.
Kronologi Insiden Tragis di Selat Sunda
Kapal nelayan Nanjung Sari, yang berlayar dengan membawa lima awak, dilaporkan mengalami musibah pada Jumat dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa nahas ini terjadi di perairan Selat Sunda, sebuah jalur pelayaran yang ramai dan vital. Menurut keterangan dari Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, kapal tersebut diduga tenggelam setelah ditabrak oleh kapal lain, meskipun identitas kapal penabrak belum dirinci.
Beruntung, empat awak kapal berhasil diselamatkan dalam insiden ini berkat bantuan dari nelayan lain yang berada di sekitar lokasi. Mereka adalah Tarim, Hamdan, Masudi, dan Sujai, yang ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, beberapa jam setelah kapal mereka tenggelam. Keempat korban selamat ini kemudian segera dievakuasi menuju Teluk Labuan, Pandeglang, untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulihan dari trauma yang dialami.
Namun, satu awak kapal bernama Suwito, yang juga berasal dari Teluk Labuan, Pandeglang, belum ditemukan hingga saat ini. Hilangnya Suwito menjadi perhatian utama, dan tim SAR gabungan terus berupaya keras untuk menemukan keberadaannya. Keluarga Suwito di Teluk Labuan pun menanti kabar baik dengan penuh harap, di tengah ketidakpastian nasib anggota keluarga mereka.
Operasi Pencarian Nelayan Hilang Selat Sunda
Kantor Basarnas Banten menerima laporan terkait insiden kapal tenggelam ini pada Jumat sore, tepatnya pukul 15.47 WIB, dari seorang nelayan yang menyaksikan atau mendengar informasi kejadian. Menanggapi laporan yang masuk, Basarnas Banten segera mengambil tindakan cepat dengan memberangkatkan tim penyelamat dari Unit Siaga SAR Pandeglang untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan.
Tim SAR bergerak cepat menuju lokasi kejadian yang berada di titik koordinat 6° 7'53.60"S-105°38'12.40"E, sebuah area yang telah diidentifikasi sebagai lokasi tenggelamnya Kapal Nanjung Sari. Mereka dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR air yang memadai, termasuk perahu karet, alat selam, dan perlengkapan navigasi, untuk mendukung upaya pencarian di perairan Selat Sunda yang luas dan berarus.
Hingga informasi ini disampaikan, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat masih terus berupaya menyisir area perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Pencarian difokuskan untuk menemukan Suwito, nelayan hilang Selat Sunda, dengan harapan dapat segera mengevakuasi korban dan mengakhiri penantian keluarga. Koordinasi antar instansi terus dilakukan untuk memaksimalkan efektivitas operasi ini.
Sumber: AntaraNews