Tim SAR Evakuasi Jenazah Dua WNA Austria Usai Terjatuh di Manggarai Barat
Tim SAR gabungan berhasil menyelesaikan operasi evakuasi jenazah dua WNA Austria yang tewas terjatuh dari Jembatan Gantung Cunca Wulang, Manggarai Barat, Minggu.
Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah dua warga negara asing (WNA) asal Austria pada Minggu (24/5). Kedua korban dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari Jembatan Gantung Cunca Wulang di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Tragedi ini terjadi sekitar pukul 11.30 WITA, memicu respons cepat dari berbagai pihak untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Kedua jenazah korban telah dibawa ke RSUD Komodo untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa operasi evakuasi telah selesai dan dinyatakan ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dengan aman. Insiden ini menambah catatan duka di salah satu destinasi wisata alam populer tersebut.
Kronologi Kejadian Tragis
Insiden tragis yang menimpa dua warga negara Austria ini pertama kali dilaporkan kepada Kantor SAR Maumere pada Minggu siang. Informasi kejadian diterima dari Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat, Ovan Adu, sekitar pukul 12.30 WITA. Laporan awal menyebutkan bahwa kedua korban terjatuh dari jembatan gantung tersebut sekitar satu jam sebelumnya.
Kedua korban diketahui bernama Jurgen, seorang pria berusia 55 tahun, dan Astrid, seorang perempuan berusia 57 tahun. Mereka dilaporkan terjatuh dari Jembatan Gantung Cunca Wulang, sebuah lokasi yang dikenal dengan keindahan alamnya di Manggarai Barat.
Pos SAR Manggarai Barat segera mengerahkan tim respons cepat setelah menerima laporan tersebut. Lima personel rescue langsung menuju lokasi kejadian pada pukul 12.45 WITA, menunjukkan kesigapan dalam menanggapi situasi darurat ini. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.15 WITA, siap untuk memulai operasi evakuasi.
Proses Evakuasi Tim SAR Gabungan
Setelah tiba di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait yang telah berada di lapangan. Koordinasi ini penting untuk memastikan kelancaran dan efektivitas proses evakuasi yang akan dilakukan di dasar sungai. Tim kemudian bergerak menuju lokasi korban yang berada di dasar sungai.
Proses evakuasi jenazah kedua WNA Austria ini berlangsung dengan hati-hati mengingat kondisi medan. Tim SAR gabungan menggunakan peralatan evakuasi standar dan satu unit truk personel untuk mendukung operasi. Upaya keras tim membuahkan hasil, dan kedua korban berhasil diangkat dari dasar sungai.
Pada pukul 14.35 WITA, kedua jenazah korban berhasil dievakuasi dan segera dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo. Perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu sekitar satu jam, dan tim tiba di RSUD Komodo sekitar pukul 15.33 WITA. Di sana, jenazah diserahkan kepada pihak rumah sakit untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kendala dan Unsur Terlibat dalam Operasi
Operasi evakuasi ini tidak lepas dari kendala, meskipun cuaca di lokasi kejadian dilaporkan cerah. Fathur Rahman mengungkapkan bahwa tim sempat mengalami kesulitan jaringan komunikasi selama operasi berlangsung. Kendala ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam koordinasi lapangan yang membutuhkan komunikasi yang stabil.
Operasi evakuasi jenazah WNA Austria ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Personel dari Pos SAR Manggarai Barat menjadi garda terdepan, didukung oleh Polres Manggarai Barat dan Polsek Samanggoang. Keterlibatan BPBD Manggarai Barat juga sangat krusial dalam penanganan bencana.
Babinsa Beliling, Satpol PP, Dinas Pariwisata, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa juga turut serta memberikan dukungan. Masyarakat setempat juga berperan aktif dalam membantu proses evakuasi, menunjukkan semangat gotong royong. Tim juga menggunakan dua unit ambulans RSUD Komodo serta peralatan medis untuk mendukung kelancaran operasi.
Sumber: AntaraNews