Nelayan Hilang di Perairan Lontar Serang, Basarnas Intensifkan Pencarian
Seorang nelayan bernama Andi dilaporkan hilang di Perairan Lontar Serang setelah terjatuh dari kapal saat menarik jaring, memicu operasi pencarian intensif oleh Basarnas dan tim SAR gabungan.
Seorang nelayan berusia 30 tahun, Andi, dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapal di Perairan Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Insiden nahas ini terjadi pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB saat korban sedang melakukan aktivitas penarikan jaring bersama rekannya.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Basarnas Banten, Rizky Dwianto, membenarkan adanya kecelakaan laut atau Man Over Board tersebut. Tim rescue Basarnas segera dikerahkan menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi dari Pusdalops BPBD pada pukul 10.50 WIB.
Hingga Jumat sore, upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan belum membuahkan hasil. Pencarian hari pertama di sekitar lokasi jatuhnya korban terpaksa dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada esok pagi.
Kronologi Kejadian dan Identitas Korban
Peristiwa hilangnya nelayan bernama Andi, warga Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, terjadi saat ia bersama rekannya sedang menarik jaring di tengah laut. Tanpa diduga, korban terjatuh ke perairan dan hingga saat ini belum ditemukan.
Lokasi kejadian berada pada koordinat 106°18'20.21” BT dan 05°57'32.23” LS. Titik ini berjarak sekitar 24,46 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, menunjukkan area pencarian yang cukup luas.
Basarnas Banten menerima laporan insiden ini dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada pukul 10.50 WIB. Respons cepat ini mengaktifkan prosedur pencarian dan pertolongan sesuai standar operasional.
Operasi Pencarian Hari Pertama dan Rencana Selanjutnya
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas dan unsur terkait lainnya segera melancarkan operasi pencarian di sekitar area jatuhnya korban. Kondisi cuaca saat pencarian hari pertama dilaporkan berawan, yang mungkin sedikit memengaruhi visibilitas.
Meskipun upaya maksimal telah dikerahkan sepanjang hari Jumat, pencarian terhadap Andi belum membuahkan hasil. Area penyisiran meliputi titik koordinat kejadian serta wilayah perairan sekitarnya, dengan harapan dapat menemukan keberadaan korban.
Rizky Dwianto menyatakan bahwa operasi pencarian hari pertama dinyatakan nihil. Oleh karena itu, tim SAR gabungan akan melanjutkan kembali upaya pencarian dan pertolongan pada esok pagi, dengan harapan dapat segera menemukan nelayan yang hilang tersebut.
Sumber: AntaraNews