Presiden Prabowo: MBG Banyak Masalah, Kita Harus Tertibkan!
Prabowo tidak menutupi bahwa ada sebagian pemangku kepentingan yang secara integritas tidak kuat dalam menjalankan program MBG.
Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah dihadapi banyak masalah. Oleh karenanya, ia berkomitmen untuk menertibkan bilang masalah sembari melanjutkan jalannya program.
"Bahwa banyak masalah, iya. Bahwa banyak tantangan, bener. MBG banyak masalah, kita harus tertibkan," kata Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang disiarkan secara virtual, Sabtu (16/5).
Prabowo tidak menutupi bahwa ada sebagian pemangku kepentingan yang secara integritas tidak kuat dalam menjalankan program MBG. Namun, ia berkomitmen untuk menindakinya.
"Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu, yang menyimpang, yang melanggar akan kita bersihkan, kita copot dari jabatan," tegas dia.
Namun, Prabowo meyakini MBG memberikan dampak positif bagi kelompok masyarakat menengah kebawah, untuk itu ia tak ragu terus melanjutkannya.
"MBG begitu penting untuk bangsa kita. Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani (bilang), pak, tolong MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan. Sangat membantu saya dan keluarga saya," ungkapnya.
Dampak Baru Terasa 20 Tahun Lagi
Menurut dia, MBG memang bukan program yang bisa memberikan dampak instan langsung secara ekonomi, namun harus menunggu hingga sekitar 20 tahun mendatang.
"Ingat, lihat tanggal, lihat tahun, saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 25-26 ini. Jangan sekarang, jangan 29, nanti 20 tahun lagi saudara nilai apa yang kita buat hari ini," ujar Prabowo.
Dana Desa
Berdasarkan hitungannya, perputaran uang di satu desa nantinya bisa mencapai Rp10,8 miliar per tahun berkat adanya program MBG. Angka ini keluar dari nilai Rp15.000 per menu yang diberikan kepada sekitar 3.000 orang dalam satu hari.
"Rp10,8 miliar beredar di desa itu. Tadinya sebelum ada MBG kita kirim Rp1 miliar Dana Desa. Dengan MBG, kita tambah Rp10 miliar. Kita pakai dulu uang Dana Desa, Rp500 juta, tapi 6 taun akan kembali," tuturnya.