BI dan Pemprov Maluku Utara Genjot Digitalisasi UMKM untuk Pasar Ekspor
Bank Indonesia dan Pemprov Maluku Utara bersinergi memperkuat digitalisasi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah kepulauan.
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) berkomitmen meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utama adalah melalui digitalisasi dan pengembangan akses pasar ekspor guna mendongkrak daya saing usaha daerah. Langkah strategis ini diharapkan mampu membuat UMKM Maluku Utara bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, menyatakan bahwa digitalisasi menjadi solusi krusial bagi UMKM. Ini memungkinkan mereka menjangkau pasar yang lebih luas tanpa kendala geografis. BI menegaskan perannya sebagai mitra strategis Pemprov Malut dalam pengembangan UMKM melalui transformasi digital dan perluasan akses pasar.
Kondisi geografis Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan menghadirkan tantangan unik. Penguatan digitalisasi usaha menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Selain itu, pengembangan produk unggulan daerah juga menjadi prioritas untuk menembus pasar yang lebih luas.
Digitalisasi dan Perluasan Akses Pasar Global
Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi UMKM Maluku Utara untuk berkembang. Handi Susila menekankan pentingnya adopsi teknologi digital agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih besar. Inisiatif ini membuka peluang UMKM untuk menembus batas-batas wilayah dan memperluas jangkauan pasar mereka.
BI Maluku Utara secara aktif mendukung pengembangan produk unggulan daerah. Kopi rempah serta wastra dan batik khas Maluku Utara menjadi fokus utama. Produk-produk ini diharapkan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
"Kenapa kita tidak mencoba dengan kopi rempah, ini sudah jadi ciri khas Ternate dan Maluku Utara," ujar Handi Susila, menyoroti potensi besar komoditas tersebut. Upaya ini mencerminkan strategi untuk mengangkat identitas lokal ke kancah global.
Program SERUMBI 2026 dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik kolaborasi dengan BI melalui program Serangkaian Kurasi UMKM dan Wirausaha Unggulan BI (SERUMBI) 2026. Program ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kapasitas UMKM daerah. SERUMBI 2026 dirancang untuk mendorong UMKM tidak hanya dibina, tetapi juga difasilitasi hingga ke pasar nasional.
Asisten II Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari, menjelaskan fokus program ini pada tiga sektor utama. Sektor tersebut meliputi digitalisasi, akses pembiayaan, dan pengembangan potensi ekspor produk unggulan daerah. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam mendukung UMKM.
Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga menyalurkan bantuan modal usaha. Bantuan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp15 juta dengan bunga sangat rendah, yakni 0,01 persen. Bantuan ini ditujukan bagi pelaku UMKM di Sofifi dan Ternate.
Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan untuk standar dan sertifikasi produk. Hal ini penting agar produk unggulan seperti kopi rempah, hasil laut, dan kerajinan mampu bersaing di pasar internasional dengan label "Made in Maluku Utara".
Potensi Besar UMKM Maluku Utara
Maluku Utara memiliki potensi UMKM yang signifikan, dengan sekitar 195 ribu UMKM terdata di provinsi tersebut. Mayoritas, sekitar 95 persen, adalah usaha mikro yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor ini menyerap hingga 584.988 tenaga kerja.
Data ini menunjukkan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Penguatan melalui digitalisasi dan akses ekspor akan memberikan dampak positif yang luas. Ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat ekonomi regional.
Sri Haryanti Hatari menegaskan kembali bahwa "Digitalisasi sekarang bukan pilihan, tapi keharusan". Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi transformasi digital bagi kelangsungan dan pertumbuhan UMKM di Maluku Utara.
Sumber: AntaraNews