Jelang Idul Adha 2026, Pemprov Kepri Intensifkan Pemantauan Harga Pangan
Pemprov Kepri meningkatkan pemantauan harga pangan menjelang Idul Adha 2026. Langkah ini memastikan stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terjaga melalui Pemantauan Harga Pangan Kepri.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memperketat pengawasan terhadap harga dan pasokan bahan pangan di wilayahnya. Langkah ini diambil secara proaktif menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Misni, menyatakan bahwa hasil pemantauan di lapangan akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok agar tetap terkendali.
Peninjauan langsung ke pasar-pasar, seperti Pasar Bintan Center di Kota Tanjungpinang, dilakukan pada Jumat (15/5) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Kepri dalam mengantisipasi lonjakan harga.
Stabilitas Harga Bahan Pokok Terkini di Kepri
Dalam upaya Pemantauan Harga Pangan Kepri, Sekda Misni bersama TPID meninjau sejumlah kios pedagang bahan pokok. Mereka memantau harga berbagai komoditas mulai dari cabai, bawang, tomat, hingga daging sapi, ayam, dan ikan di Pasar Bintan Center.
Misni juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran. Berdasarkan keterangan dari pedagang, sebagian besar harga bahan pokok saat ini masih relatif stabil.
Namun, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu dibandingkan dengan beberapa waktu lalu. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.
Rincian Kenaikan Harga dan Faktor Penyebab
Hasil Pemantauan Harga Pangan Kepri menunjukkan bahwa harga cabai merah di Pasar Bintan Center mencapai Rp62 ribu per kilogram, sementara cabai rawit Rp65 ribu per kilogram. Bawang Jawa tercatat Rp36 ribu per kilogram, dan bawang India Rp18 ribu per kilogram.
Selain itu, harga tomat berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram dan kentang Rp18 ribu per kilogram. Para pedagang menjelaskan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas ini sebagian besar dipengaruhi oleh meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang ke daerah.
Untuk komoditas daging, harga daging sapi segar masih berada di kisaran Rp170 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi beku berkisar antara Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Harga daging sapi ini, menurut Misni, belum mengalami penurunan sejak Lebaran Idul Fitri.
Daging ayam juga masih dijual dengan harga sekitar Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Misni menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk biaya transportasi atau pengiriman, tingginya harga dari distributor, serta faktor cuaca yang kurang mendukung.
Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk menstabilkan harga, termasuk melalui koordinasi dengan pemasok dan optimalisasi jalur distribusi guna menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews