Polda Kepri Perkuat Pengawasan Pangan Jelang Imlek dan Ramadhan Jaga Stabilitas Harga
Polda Kepri melalui satgas pangan memperketat Pengawasan Pangan Polda Kepri untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas vital menjelang momen besar seperti Imlek dan Ramadhan, demi kenyamanan masyarakat.
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengambil langkah proaktif dengan memperkuat pengawasan pangan di seluruh wilayahnya. Langkah ini dilakukan melalui satgas pangan untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan.
Pengawasan intensif ini bertujuan memastikan pasokan yang cukup, keamanan, dan mutu pangan. Fokus utama adalah menghadapi momentum perayaan Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri yang akan datang.
Direktur Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol. Silvester Simamora, menyatakan bahwa upaya ini krusial. Ini untuk mengantisipasi potensi gejolak harga dan gangguan distribusi akibat berbagai faktor, termasuk cuaca ekstrem.
Strategi Penguatan Pengawasan Pangan Polda Kepri
Kombes Pol. Silvester Simamora, yang juga menjabat Ketua Pelaksana Satgas Pangan Polda Kepri, menjelaskan detail pengawasan. Pengawasan difokuskan pada 14 komoditas pangan utama yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjual (HAP).
Selain itu, aspek keamanan pangan juga menjadi prioritas melalui uji laboratorium. Hal ini untuk mendeteksi potensi bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam produk pangan.
Langkah penguatan ini telah dikoordinasikan secara erat dengan berbagai pihak terkait. Anggota Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 turut dilibatkan dalam upaya ini.
Rapat koordinasi penting telah dilaksanakan pada Jumat (6/2). Pertemuan ini melibatkan perwakilan Badan Pangan Nasional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, Bea Cukai, serta satgas pangan dari jajaran Polres.
Tantangan Distribusi dan Fluktuasi Harga Komoditas
Hasil pemantauan awal menunjukkan bahwa beberapa komoditas di wilayah Kepri memerlukan perhatian khusus. Fluktuasi harga terjadi pada komoditas tertentu meskipun ketersediaan bahan pokok secara umum masih aman.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri melaporkan bahwa faktor utama kenaikan harga terkait distribusi. Ini terutama terjadi di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan logistik lebih besar.
Polda Kepri juga mengantisipasi potensi gangguan distribusi pangan akibat cuaca ekstrem. Perwira menengah Polri menjelaskan bahwa pelanggaran akan ditangani secara bertahap, mulai dari pembinaan hingga penegakan hukum.
Komitmen bersama semua pihak dalam rakor tersebut sangat ditekankan. Tujuannya adalah memperkuat pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau dan pangan yang aman.
Kondisi Harga Pangan Terkini di Batam
Di Kota Batam, beberapa komoditas pangan mulai menunjukkan kenaikan harga yang signifikan. Cabai rawit merah, jagung, dan ketimun menjadi perhatian utama di pasar lokal.
Berdasarkan pantauan di salah satu pasar di Kecamatan Batam Kota, harga cabai rawit merah mencapai Rp95 ribu per kg. Cabai rawit biasa dijual Rp70 ribu per kg, cabai merah keriting Rp60 ribu per kg, dan cabai hijau keriting Rp45 ribu per kg.
Sementara itu, harga telur ayam boiler masih stabil di Rp58 ribu per papan (isi 30 butir). Bawang merah Birma juga stabil pada Rp16 ribu per kg, dan bawang putih berkisar Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kg.
Sayuran lain yang mengalami kenaikan adalah timun, dari harga normal Rp12 ribu menjadi Rp23 ribu per kg. Jagung naik menjadi Rp20 ribu per kg, tomat merah Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kg, dan tomat hijau Rp25 ribu per kg dari biasanya Rp22 ribu.
Sumber: AntaraNews