DPK Kepri Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Gerakan Sumbangan Buku Perpustakaan Kepri untuk Penuhi Koleksi Ideal

DPK Kepri mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam gerakan Sumbangan Buku Perpustakaan Kepri guna penuhi target koleksi ideal. Sumbangan ini penting untuk memperkaya literasi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPK Kepri Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Gerakan Sumbangan Buku Perpustakaan Kepri untuk Penuhi Koleksi Ideal
DPK Kepri mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam gerakan Sumbangan Buku Perpustakaan Kepri guna penuhi target koleksi ideal. Sumbangan ini penting untuk memperkaya literasi daerah. (AntaraNews)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyumbangkan buku. Inisiatif ini merupakan langkah strategis guna mengatasi kekurangan koleksi perpustakaan daerah yang saat ini masih belum memenuhi standar ideal. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Kepala DPK Kepri, M. Bisri, pada hari Minggu, 21 Juni.

Bisri menjelaskan bahwa perpustakaan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri saat ini baru memiliki sekitar 20 ribu judul buku. Angka ini masih jauh dari standar ideal yang seharusnya mencapai minimal 50 ribu judul, sehingga diperlukan partisipasi kolektif untuk mencapai target tersebut. Masyarakat dapat berkontribusi langsung dengan menyerahkan buku-buku layak baca ke lokasi yang telah ditentukan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menambah kuantitas koleksi, tetapi juga memperkaya ragam bacaan yang tersedia bagi masyarakat Kepri. Buku-buku yang terkumpul nantinya akan melalui proses seleksi ketat sebelum dimasukkan ke dalam koleksi perpustakaan dan disalurkan ke berbagai program literasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di wilayah Kepri.

Kekurangan Koleksi dan Target Ideal Perpustakaan Kepri

Saat ini, perpustakaan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri hanya memiliki sekitar 20 ribu judul buku. Angka ini masih jauh di bawah standar ideal yang seharusnya mencapai minimal 50 ribu judul, menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam ketersediaan bahan bacaan. Kondisi ini mendorong DPK Kepri untuk mengambil langkah strategis guna memenuhi kebutuhan literasi masyarakat.

M. Bisri, Kepala DPK Kepri, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya ini. Ia berharap sumbangan buku dapat membantu menutup kesenjangan koleksi yang ada, sekaligus meningkatkan minat baca di kalangan warga Kepri. Inisiatif ini membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas perpustakaan daerah.

Program sumbangan buku ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target koleksi yang ideal. Dengan demikian, perpustakaan dapat menyediakan lebih banyak pilihan bacaan yang relevan dan beragam bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini merupakan langkah konkret dalam membangun dan memperkuat budaya membaca di Provinsi Kepulauan Riau.

Mekanisme dan Manfaat Sumbangan Buku

Masyarakat yang berkeinginan untuk menyumbangkan buku dapat langsung menyerahkannya ke beberapa lokasi yang telah ditentukan. Penyerahan bisa dilakukan di Perpustakaan Provinsi Kepri yang berlokasi di Tanjungpinang, atau di UPT Perpustakaan Raja Muhammad Sani di Batam. Selain itu, masyarakat juga bisa menyerahkannya ke perpustakaan kabupaten/kota terdekat.

Setiap buku yang diterima nantinya akan melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat sebelum dimasukkan ke dalam koleksi perpustakaan. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa buku-buku yang menjadi bagian dari koleksi memenuhi standar kualitas dan relevansi yang dibutuhkan. Hal ini penting untuk menjaga mutu koleksi perpustakaan.

Selain untuk menambah koleksi perpustakaan daerah, buku-buku yang terkumpul juga akan disalurkan melalui berbagai program literasi yang dijalankan DPK Kepri. Program-program ini mencakup penyaluran buku ke taman baca, perpustakaan sekolah, hingga lembaga pemasyarakatan (lapas). Inisiatif ini memperluas jangkauan manfaat buku bagi masyarakat luas.

Bisri mencontohkan, beberapa waktu lalu seorang pelajar SMA yang melanjutkan pendidikan di luar negeri menyumbangkan seluruh koleksi novel miliknya kepada perpustakaan daerah. Kisah ini menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk berbagi koleksi buku mereka yang masih layak. Sumbangan sekecil apapun akan sangat berarti dalam upaya peningkatan literasi.

Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi dan Gerakan Membaca

DPK Kepri, bersama dengan dinas perpustakaan kabupaten/kota di Kepri, berkomitmen penuh untuk memperkuat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Upaya ini diwujudkan melalui penambahan koleksi buku secara berkelanjutan dan penguatan perpustakaan desa. Inisiatif ini juga mencakup pengembangan taman bacaan masyarakat di berbagai wilayah.

Peningkatan layanan digital melalui e-Library juga menjadi fokus utama dalam strategi DPK Kepri untuk meningkatkan literasi. Modernisasi layanan perpustakaan diharapkan dapat menarik minat baca generasi muda dan memfasilitasi akses informasi yang lebih luas. Langkah ini sejalan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Pihaknya juga terus mendorong Tingkat Kegemaran Membaca (TKGM) melalui Gerakan Keluarga Gemar Membaca. Inisiatif ini mencakup penyediaan ruang baca keluarga di berbagai tempat, termasuk mendorong kehadiran pojok baca di rumah, kantor pemerintahan, tempat ibadah, hingga kafe. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pemanfaatan fasilitas perpustakaan oleh masyarakat.

Bisri menekankan bahwa perhatian tidak hanya pada jumlah buku yang ditambah, tetapi juga bagaimana masyarakat semakin gemar membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada. Ini adalah upaya kolektif untuk menjadikan membaca sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kepulauan Riau.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi