Stok Pangan Bali Aman Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Harga Terkendali Kecuali Cabai
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali memastikan stok pangan strategis di Bali aman dan harga terkendali menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, meskipun ada kenaikan pada komoditas cabai.
Denpasar, 6 Maret 2026 – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Bali telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ketersediaan stok dan harga kebutuhan pangan. Pemantauan ini dilakukan secara intensif menjelang dua hari raya besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hasil pemantauan di berbagai titik seperti pasar tradisional, distributor, dan pelaku usaha pangan menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas strategis berada dalam kategori terkendali. Langkah antisipatif ini bertujuan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di tengah potensi peningkatan permintaan masyarakat.
Kepala Distan Pangan Bali, I Wayan Sunada, menegaskan bahwa Pemprov Bali berkomitmen penuh menjaga ketahanan pangan daerah. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mencegah praktik spekulasi dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga wajar selama periode hari raya.
Ketersediaan dan Stabilitas Harga Komoditas Utama di Bali
Berdasarkan hasil pemantauan, komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur masih menunjukkan kondisi yang aman. I Wayan Sunada merinci bahwa stok beras, sebagai komoditas pokok, saat ini bahkan menunjukkan neraca surplus.
“Stok beras dalam kondisi aman dengan pantauan harga di minggu kedua bulan Maret 2026 gabah kering giling (GKG) Rp8.060/kg di penggilingan, dan tidak ada indikasi kelangkaan menjelang Hari Raya Nyepi maupun Idul Fitri,” ujar Sunada. Harga komoditas daging, baik babi maupun sapi, juga terpantau relatif stabil dan terjangkau.
Meskipun permintaan daging babi umumnya meningkat menjelang Nyepi, harganya tetap stabil hingga minggu kedua Maret 2026, dengan harga Rp37.833/kg berat hidup di tingkat produsen. Sementara itu, daging sapi berada di harga Rp47.056/kg berat hidup di tingkat produsen, meskipun ada peningkatan permintaan menjelang Idul Fitri, stoknya tetap aman.
Stabilitas harga ini didukung oleh ketersediaan ternak lokal yang memadai serta distribusi yang berjalan lancar di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Koordinasi lintas sektor bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik spekulasi di pasar.
Dinamika Harga Cabai Akibat Cuaca Ekstrem
Meskipun sebagian besar komoditas stabil, Distan Pangan Bali menemukan adanya dinamika harga pada komoditas cabai. Harga cabai telah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, menimbulkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem, terutama intensitas hujan yang tinggi, yang mempengaruhi produktivitas dan kualitas panen di sentra produksi. Curah hujan tinggi berdampak pada penurunan produksi cabai serta gangguan distribusi dari sentra luar daerah.
“Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini berdampak pada penurunan produksi cabai serta gangguan distribusi dari sentra luar daerah, hal ini mendorong kenaikan harga di tingkat pasar, meski begitu kenaikannya masih dalam batas wajar dan terus kami pantau,” kata Sunada. Pemerintah terus memantau pergerakan harga cabai agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan dan merugikan masyarakat.
Langkah Antisipatif Pemerintah Provinsi Bali
Menyikapi temuan di pasar, Pemprov Bali mengintensifkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Langkah-langkah ini meliputi operasi pasar, pemantauan harga harian, serta fasilitasi distribusi antarwilayah.
Fasilitasi distribusi akan dilakukan apabila terjadi disparitas harga yang mencolok di berbagai daerah. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan menghindari panic buying, karena ketersediaan stok pangan strategis dipastikan cukup hingga pasca perayaan hari raya.
Pemprov Bali optimistis mampu menjaga ketahanan pangan daerah dan stabilitas ekonomi masyarakat selama momentum hari raya. Monitoring harga ini dilakukan bersama petugas Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Perum Bulog.
Sumber: AntaraNews