Bupati Madiun dan Bulog Pastikan Kebutuhan Pokok Aman Jelang Lebaran 2026
Bupati Madiun dan Bulog memastikan ketersediaan serta stabilitas harga kebutuhan pokok Madiun aman menjelang Lebaran 2026, setelah pemantauan intensif di berbagai lokasi.
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Perum Bulog memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di wilayahnya tetap aman. Pemantauan ini dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Langkah proaktif ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan.
Pemantauan intensif ini melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin di empat lokasi strategis Kabupaten Madiun. Lokasi yang ditinjau meliputi pasar, gudang logistik, hingga penggilingan padi lokal.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga. Selain itu, upaya ini juga memastikan tidak ada penimbunan bahan pangan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Ketersediaan bahan pokok yang cukup menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Pemantauan Intensif di Berbagai Titik Distribusi
Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan, pemantauan dilakukan di beberapa titik vital distribusi pangan. Lokasi tersebut termasuk Pasar Sayur Caruban yang menjadi pusat transaksi harian masyarakat. Operasi pasar juga digelar di halaman Pendopo Ronggo Djoemeno Caruban untuk kemudahan akses warga.
Tim juga meninjau UD penggilingan padi di Desa Bongsopotro Saradan, memastikan pasokan beras lokal. Gudang Logistik Alfamart di Kaligunting, Mejayan, Caruban, turut menjadi sasaran pemantauan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengawasi seluruh rantai pasok.
Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula terpantau stabil. Harga jualnya masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Hal ini memberikan ketenangan bagi masyarakat menjelang hari raya besar.
Namun, Hari Wuryanto mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai. "Yang paling tinggi tadi terpantau cabai rawit merah dan cabai keriting yang menyentuh 90 ribu rupiah per kilo," ujarnya kepada wartawan.
Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Madiun
Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas harga. Pihaknya meminta para pedagang agar tidak melakukan penimbunan bahan pangan. Penimbunan dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga yang merugikan konsumen.
Satgas Pangan Kabupaten Madiun akan menindak tegas para penjual yang menimbun bahan pangan pokok. Penjual yang menjual di atas HET juga akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan berlaku. Kebijakan ini diterapkan untuk melindungi daya beli masyarakat.
Guna mengantisipasi lonjakan harga komoditas, pemerintah daerah aktif menggelar pasar murah. Kegiatan ini dilakukan secara bergiliran di berbagai titik distribusi di Madiun. Pasar murah menyuplai stok beras, gula, telur, dan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Forkopimda juga berdialog langsung dengan pedagang dan pelaku usaha distribusi bahan pokok. Dialog ini bertujuan mendengarkan masukan serta kendala yang dihadapi. Upaya ini memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah Kabupaten Madiun tetap optimal.
Jaminan Pasokan dari Bulog untuk Lebaran 2026
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, memberikan jaminan penting. Ia memastikan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi sangat aman. Pasokan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Lebaran 2026.
Ketersediaan stok yang memadai dari Bulog menjadi salah satu pilar utama. Hal ini mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan komoditas strategis tersebut.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog sangat krusial dalam menghadapi momen besar. Kolaborasi ini memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang. Ketersediaan pangan yang terjamin adalah kunci utama.
Sumber: AntaraNews