Bulog Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran 2026 di Semarang
Dirut Bulog pantau langsung kondisi harga pangan Lebaran 2026 di Pasar Semarang. Temukan komoditas yang stabil dan yang alami kenaikan menjelang hari raya Idul Fitri.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Johar dan Pasar Kanjengan Semarang pada Jumat, 27 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan memantau perkembangan harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya intensif Bulog menjelang perayaan Lebaran 2026.
Pemantauan harga dan stok bahan pokok diintensifkan selama bulan Ramadhan 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga menjelang Idul Fitri. Bulog berharap dapat menjaga kondisi pasar tetap kondusif seperti saat Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Dari hasil pemantauan di kedua pasar tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa harga berbagai bahan kebutuhan pokok secara umum relatif stabil. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ini demi kenyamanan masyarakat. Hal ini juga untuk mencegah gejolak harga yang tidak diinginkan.
Stabilitas Harga Komoditas Pokok Terjaga
Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa harga beras, baik medium, premium, maupun untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. HET beras premium ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram.
Selain beras, harga daging sapi juga menunjukkan tren penurunan. Dari sebelumnya Rp140 ribu per kilogram, kini menjadi Rp130 ribu per kilogram. Harga daging ayam juga mengalami penurunan signifikan, dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Penurunan harga pada komoditas daging ini memberikan angin segar bagi konsumen. Stabilitas harga pada komoditas utama diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadhan dan Lebaran 2026.
Kenaikan Harga Cabai Akibat Cuaca Ekstrem
Meskipun sebagian besar harga komoditas stabil, Dirut Bulog mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai. Kenaikan ini diduga kuat akibat pengaruh cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah. Kondisi cuaca yang tidak menentu seringkali mempengaruhi hasil panen.
Harga cabai merah naik dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit mengalami kenaikan yang lebih signifikan. Harga cabai rawit melonjak dari Rp72 ribu menjadi Rp82 ribu per kilogram.
Ahmad Rizal Ramdhani mengakui bahwa harga cabai memang sulit dikendalikan. "Khusus cabai ini memang agak susah dikontrol karena pengaruh cuaca," ujarnya. Faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas harga komoditas ini.
Upaya Pengendalian dan Ketersediaan Stok Pangan
Selama bulan Ramadhan 2026, Bulog memastikan ketersediaan berbagai bahan kebutuhan pokok di pasaran tercukupi. Ketersediaan stok yang memadai menjadi prioritas utama. Hal ini untuk mencegah kelangkaan dan spekulasi harga.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga. Kemendag telah memasang daftar harga acuan berbagai bahan kebutuhan pokok di pasar. Daftar harga ini berfungsi sebagai pedoman bagi pembeli dan alat kontrol bagi Satgas Pangan.
Sutilah, seorang penjual di Pasar Johar, membenarkan bahwa harga beras SPHP dan MinyaKita masih stabil sesuai HET. Namun, ia mencatat konsumen cenderung mencari MinyaKita dalam kemasan 1 liter. Pedagang cabai di Pasar Johar, Sulisti, juga mengakui kenaikan harga cabai. Meskipun demikian, ia memastikan pasokan cabai di pasar masih tercukupi meski harga naik.
Sumber: AntaraNews