Bulog Salurkan Jagung Pakan Ternak Lewat SPHP, Stabilkan Harga di Sulawesi Tengah
Perum Bulog menyalurkan jagung pakan ternak melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Sulawesi Tengah, membantu peternak menekan biaya produksi dan menjaga keberlanjutan usaha.
Perum Bulog resmi menyalurkan jagung pakan ternak di wilayah Sulawesi Tengah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Inisiatif ini bertujuan utama untuk membantu para peternak lokal dalam menekan biaya produksi usaha mereka. Program SPHP jagung diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sektor peternakan di provinsi tersebut.
Penyaluran perdana jagung kering telah dilakukan pada Sabtu (30/5) kepada konsumen atau peternak di Sulawesi Tengah. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas jagung. Jagung merupakan bahan baku esensial dalam pakan ternak.
Program SPHP jagung ini digulirkan pemerintah sejak awal Mei 2026, dengan target penyaluran mencapai 919,8 ton hingga Desember 2026. Penetapan daftar penerima program telah diatur melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026. Kebijakan ini memastikan peternak memperoleh jagung dengan harga yang terjangkau.
Target dan Mekanisme Program SPHP Jagung Bulog di Sulteng
Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, mengungkapkan bahwa target penyaluran jagung pakan ternak di Sulteng mencapai 919,8 ton hingga akhir tahun 2026. Penyaluran perdana sebanyak dua ton jagung kering telah sukses dilaksanakan dari gudang Bulog kepada peternak. Program ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pakan ternak.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung ini mulai digulirkan pemerintah pada awal Mei 2026. Daftar penerima program untuk tahun 2026 telah ditetapkan secara resmi. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 yang diterbitkan pada 31 Maret 2026.
Bulog mengandalkan produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan jagung dalam program SPHP ini. Jagung yang disalurkan berasal dari hasil serapan Bulog dari petani setempat. Sentra produksi jagung berada di sejumlah daerah seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong (Parimo).
Dukungan Petani Lokal dan Stabilitas Harga Jagung
Keterlibatan petani lokal dalam program SPHP jagung ini memiliki dampak ganda yang positif. Selain menjamin ketersediaan stok jagung pakan ternak, program ini juga secara langsung mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Bulog menyerap hasil panen mereka dengan harga yang kompetitif.
Dalam skema program ini, harga jagung di gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram. Sementara itu, harga jual maksimal kepada peternak adalah Rp5.500 per kilogram. Kebijakan harga ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan.
Keseimbangan harga ini diharapkan mampu menjaga stabilitas di tingkat petani maupun peternak. Dengan demikian, rantai pasok komoditas jagung dapat tetap berjalan dengan baik dan efisien. Ini merupakan langkah penting untuk keberlanjutan ekosistem pangan.
Kolaborasi dan Harapan untuk Sektor Peternakan Sulawesi Tengah
Untuk mempercepat distribusi jagung SPHP, Bulog terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Upaya ini dilakukan guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Sektor peternakan sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku pakan yang stabil.
Secara nasional, target penyaluran SPHP jagung mencapai 213,1 ribu ton. Ketersediaan stok cadangan jagung pemerintah (CJP) per 13 Mei 2026 tercatat di angka 234 ribu ton. Angka ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga pasokan.
Bulog berharap harga jagung di pasar akan tetap terkendali dengan adanya program ini. Pasokan jagung juga diharapkan terjaga dengan baik di seluruh wilayah. Petani dan peternak diharapkan sama-sama memperoleh manfaat dari stabilitas komoditas pangan strategis ini.
Sumber: AntaraNews