Trivia: 1.418 Ton Jagung SPHP! Bulog Sumut Rampungkan Penyaluran untuk Stabilkan Harga Telur Ayam Petelur
Perum Bulog Sumut telah menyelesaikan penyaluran jagung SPHP sebanyak 1.418 ton kepada peternak ayam petelur, diharapkan mampu menekan harga telur di pasaran.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) secara resmi mengumumkan rampungnya program penyaluran jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran ini ditujukan khusus bagi para peternak ayam petelur mandiri di berbagai wilayah Sumatera Utara. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga telur di pasaran.
Total 1.418 ton jagung telah berhasil didistribusikan kepada 20 peternak ayam petelur mandiri yang tersebar di lima kabupaten. Proses penyaluran ini telah sesuai dengan target waktu yang ditetapkan, yaitu hingga 31 Oktober 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketersediaan pakan ternak dan menekan biaya produksi.
Menurut Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, program ini bertujuan utama untuk menstabilkan harga telur di wilayah tersebut. Dengan pasokan jagung SPHP yang memadai, diharapkan ongkos produksi telur ayam dapat berkurang. Hal ini secara langsung akan membantu menjaga harga telur tetap terjangkau bagi masyarakat.
Rincian Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak
Penyaluran jagung SPHP yang telah rampung ini mencakup total 1.418 ton, seperti disampaikan oleh Budi Cahyanto. Jagung tersebut didistribusikan kepada peternak ayam petelur mandiri yang berlokasi di beberapa kabupaten krusial di Sumatera Utara. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan.
Pemilihan wilayah ini bukan tanpa alasan, sebab daerah-daerah tersebut merupakan sentra peternakan ayam petelur yang menjadi pemasok utama kebutuhan telur di Sumut. Bulog Sumut bertindak sesuai amanah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam menyalurkan bantuan ini. Program ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi beban operasional para peternak.
Jenis jagung yang disalurkan adalah Jagung Pipil Kering (JPK) hasil pengadaan dalam negeri dengan kualitas kadar air (KA) maksimal 14 persen dan kandungan aflatoxin maksimal 50 ppB. Jagung pakan ini ditawarkan kepada peternak dengan harga Rp5.000 per kilogram, dikemas dalam karung berukuran 50 kilogram netto.
Dampak dan Prospek Stabilitas Harga Telur
Penyaluran jagung SPHP ini memiliki tujuan strategis untuk menekan ongkos produksi telur ayam di tingkat peternak. Dengan harga pakan yang lebih stabil dan terjangkau, diharapkan peternak dapat menjual telur dengan harga yang sesuai acuan pemerintah. Ini akan menguntungkan baik peternak maupun konsumen di Sumatera Utara.
Budi Cahyanto menambahkan bahwa penyaluran ini merupakan langkah konkret untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga telur di masa mendatang. Dengan demikian, stabilitas harga pangan, khususnya telur, dapat terus terjaga. Ketersediaan jagung pakan yang berkualitas dengan harga terjangkau menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan.
Meskipun penyaluran tahap ini telah selesai, Bulog Sumut memiliki ketersediaan stok jagung yang cukup. Jika melihat kondisi harga jagung saat ini, ada kemungkinan program serupa akan dilanjutkan di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung sektor peternakan dan menjaga stabilitas pangan nasional.
Sumber: AntaraNews