Bulog Sumut Segera Salurkan 1.405 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Skala Mikro, Harga Rp5.500/Kg!
Perum Bulog Sumut segera mendistribusikan 1.405 ton Jagung SPHP untuk peternak skala mikro demi stabilisasi harga. Simak detail penyaluran dan dampaknya!
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) akan segera menyalurkan jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Inisiatif penting ini ditujukan bagi peternak ayam pedaging dan petelur skala mikro, kecil, serta menengah di wilayah tersebut. Langkah strategis ini diharapkan mampu menstabilkan harga komoditas pangan hewani di pasaran lokal.
Sebanyak 1.405 ton jagung SPHP telah dialokasikan untuk Bulog Sumut, bagian dari total 52.400 ton secara nasional. Distribusi jagung ini akan menyasar sekitar 70 peternak mandiri di empat kabupaten utama. Kabupaten tersebut meliputi Deli Serdang, Langkat, Simalungun, dan Serdang Bedagai, yang merupakan penyumbang utama pasokan ayam dan telur di Sumut.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan penyaluran ditargetkan rampung pada Oktober ini. Tujuannya adalah untuk menstabilkan harga daging ayam di pasar lokal dan menjaga ketersediaan pakan. Inisiatif ini juga selaras dengan arahan pemerintah pusat untuk melindungi petani jagung dan meringankan beban peternak dalam pengadaan pakan.
Detail Penyaluran Jagung SPHP di Sumatera Utara
Bulog Sumut telah mengalokasikan 1.405 ton jagung SPHP khusus untuk peternak mandiri di wilayahnya. Jumlah ini merupakan porsi dari total kuota nasional sebanyak 52.400 ton yang akan didistribusikan oleh pemerintah. Penyaluran ini masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pusat terkait potensi penambahan kuota secara nasional.
Jagung SPHP ini akan didistribusikan kepada sekitar 70 peternak mandiri yang telah terdaftar. Mereka berlokasi di beberapa kabupaten penyumbang utama produksi ayam dan telur di Sumatera Utara. Kabupaten tersebut adalah Deli Serdang, Langkat, Simalungun, dan Serdang Bedagai, yang memiliki peran vital dalam pasokan pangan regional.
Budi Cahyanto menegaskan bahwa penyaluran ditargetkan dapat terealisasi pada bulan Oktober ini. Langkah ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas harga daging ayam di pasaran dan mendukung keberlangsungan usaha peternak. Ketersediaan jagung SPHP diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi pakan.
Harga Terjangkau dan Penyerapan Jagung Lokal
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan harga jagung Program SPHP sebesar Rp5.500 per kilogram. Harga ini berlaku khusus untuk peternak ayam pedaging dan petelur mandiri yang memenuhi kriteria. Kebijakan ini bertujuan ganda, yaitu menjaga harga di tingkat petani agar tetap stabil dan tidak memberatkan peternak.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp78 miliar untuk mendukung program ini. Total 52.400 ton jagung SPHP akan disalurkan secara nasional untuk mencapai tujuan stabilisasi. Penyaluran ini merupakan arahan langsung dari Presiden untuk melindungi seluruh rantai pasok.
Di sisi lain, Bulog Sumut juga aktif melakukan penyerapan jagung pipil dari petani lokal di wilayahnya. Terhitung sejak Januari hingga 3 Oktober 2025, sebanyak 750 ton jagung pipil telah berhasil diserap. Penyerapan ini dilakukan di berbagai kabupaten seperti Langkat, Karo, Labuhanbatu, Asahan, dan Deli Serdang.
Penyerapan jagung lokal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung kesejahteraan petani dan keberlanjutan produksi. Ini juga memastikan ketersediaan pasokan jagung di wilayah tersebut untuk kebutuhan pakan. Strategi ganda ini diharapkan menciptakan ekosistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews