Bulog Madiun Siap Serap Jagung Petani, Jaga Kestabilan Harga dan Stok Pangan
Perum Bulog Madiun menargetkan serapan jagung petani hingga 10.106 ton pada 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan jagung di pasaran, memastikan ketahanan pangan dengan Bulog Madiun serap jagung petani.
Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Mereka siap menyerap jagung dari petani lokal sepanjang tahun 2026. Langkah strategis ini bertujuan utama untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan jagung di pasaran.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan target serapan jagung mencapai 10.106 ton. Hingga akhir Januari ini, Bulog Madiun telah berhasil menyerap 1.122 ton jagung. Jagung ini berasal dari hasil panen petani di wilayah Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun.
Seluruh jagung yang diserap akan disimpan di Gudang Bulog Keniten, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Penyimpanan ini mengikuti standar yang telah ditetapkan untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Penyaluran jagung nantinya akan menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Target Serapan Jagung 2026 dan Realisasi Awal
Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menargetkan serapan jagung petani yang signifikan pada tahun 2026. Total target yang ditetapkan mencapai 10.106 ton. Target ini merupakan upaya konkret dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Hingga akhir Januari 2026, Bulog Madiun telah mencatat realisasi serapan sebesar 1.122 ton. Jumlah ini menunjukkan awal yang positif dalam mencapai target tahunan. Jagung yang diserap merupakan hasil panen dari petani di wilayah Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun.
Seluruh jagung yang berhasil diserap tersebut saat ini terpusat di Gudang Bulog Keniten, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Lokasi ini dipilih untuk memastikan proses penyimpanan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas jagung sebagai cadangan pemerintah.
Target serapan tahun 2026 ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, target serapan jagung ditetapkan sebesar 9.500 ton, dengan realisasi mencapai 1.455 ton. Meskipun belum memenuhi target, realisasi tahun lalu merupakan yang tertinggi di antara cabang Bulog lainnya di Jawa Timur.
Strategi Bulog Madiun Jaga Kestabilan Harga
Upaya Bulog Madiun dalam menyerap jagung petani memiliki tujuan utama menjaga stabilisasi harga dan pasokan jagung di pasaran. Kestabilan harga sangat krusial bagi kesejahteraan petani dan juga ketersediaan pakan bagi peternak. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir fluktuasi harga yang merugikan.
Penyaluran jagung yang telah diserap nantinya akan dilakukan berdasarkan instruksi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Jagung ini akan diperuntukkan bagi peternak ayam layer. Peternak yang berhak menerima penyaluran adalah mereka yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pertanian.
Pihak Bulog Madiun optimis target serapan jagung tahun ini dapat tercapai. Keyakinan ini didasari oleh program luas tambah tanam jagung yang dilakukan secara sinergi. Program tersebut melibatkan petani, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
Untuk menguatkan serapan, Bulog Madiun mengajak petani untuk menjual jagung hasil panennya. Pembelian akan dilakukan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan. HPP jagung kering pipil yang tersimpan di gudang adalah Rp6.400 per kilogram.
Pentingnya Kualitas dan Standar Penyimpanan Jagung
Standar kualitas jagung menjadi prioritas utama dalam proses penyerapan dan penyimpanan oleh Bulog. Jagung yang diserap dengan kadar air sekitar 18-20 persen dibeli dengan harga Rp5.500 per kilogram. Namun, jagung ini tidak dapat langsung disimpan di gudang.
Proses pengeringan harus dilakukan terlebih dahulu hingga kadar air mencapai 14 persen. Setelah mencapai standar kadar air yang ditetapkan, jagung baru bisa disimpan di gudang. Penyimpanan ini bertujuan sebagai cadangan pemerintah yang siap disalurkan melalui SPHP jagung.
Dengan serapan jagung yang mencapai hampir 1.500 ton pada tahun sebelumnya, Bulog Madiun mampu menyuplai permintaan jagung. Pasokan ini ditujukan untuk peternak ayam di berbagai wilayah Jawa Timur. Area cakupan meliputi Madiun, Ngawi, Tulungagung, hingga Ponorogo.
Pihak Bulog Madiun terus mendorong petani di wilayah kerjanya untuk memanfaatkan kesempatan ini. Petani yang memiliki gabah maupun jagung diimbau untuk menjualnya ke Bulog. Hal ini tidak hanya menguntungkan petani tetapi juga mendukung stabilitas pangan nasional.
Sumber: AntaraNews