Kabar Terbaru Wanita yang Disekap dan Dianiaya 3 Tahun oleh Kekasihnya, Sudah Bisa Diajak Komunikasi

Pihak rumah sakit dan keluarga saat ini membatasi jumlah pengunjung yang menjenguk korban agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Kabar Terbaru Wanita yang Disekap dan Dianiaya 3 Tahun oleh Kekasihnya, Sudah Bisa Diajak Komunikasi
Kabar Terbaru Wanita yang Disekap dan Dianiaya 3 Tahun oleh Kekasihnya, Sudah Bisa Diajak Komunikasi (Merdeka.com)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, memastikan perempuan berinisial YTR (29), yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh kekasihnya berinisial TH (30), kini sudah mulai dapat diajak berkomunikasi meski masih dalam kondisi terbatas.

"Sudah (bisa berkomunikasi) tapi tidak banyak ya," kata Siska saat ditemui di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (22/6).

Menurutnya, pihak rumah sakit dan keluarga saat ini membatasi jumlah pengunjung yang menjenguk korban agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal, baik secara fisik maupun psikologis.

"Kita membatasi orang yang berkunjung supaya pemulihan berjalan dengan cepat," ucapnya.

Siska menjelaskan, luka fisik yang dialami korban berpeluang untuk pulih seiring perkembangan teknologi medis saat ini. Namun, proses penyembuhannya diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Untuk memulihkan kondisi fisik korban, salah satu tindakan medis yang kemungkinan akan dilakukan adalah operasi bedah plastik rekonstruktif.

"Kalau dengan kemajuan teknologi ilmu kedokteran, bisa, ya, nanti bedah plastik rekonstruktif namanya. Tapi mungkin perlu waktu dan tidak langsung sekali operasi, ya," ujarnya.

Meski demikian, Siska enggan membeberkan lebih jauh mengenai kondisi medis korban karena sebagian informasi telah masuk dalam ranah penyidikan dan rekam medis.

"Jadi hal-hal yang termasuk substantif dan sudah masuk ke objek penyidikan, dan juga yang termasuk dalam rekam medik, mungkin saya nggak bisa utarakan," lanjutnya.

Selain fokus pada pemulihan fisik, DP3AKB Jawa Barat juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis korban. Siska mengatakan YTR masih mengalami trauma akibat peristiwa yang dialaminya.

Karena itu, tim medis telah melibatkan dokter psikiatri untuk memberikan penanganan dan pendampingan selama masa perawatan.

"Dokter psikiatri telah dikonsulkan dan memang telah berkonsultasi, sudah, jadi dirawat dengan psikiatri," katanya.

Sebelumnya, kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh kakak korban, Afif Shandy (30). Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu keberadaan terduga pelaku.

YTR diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya, TH, di sebuah rumah indekos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Korban diduga disekap selama tiga tahun sebelum akhirnya kasus tersebut terungkap.

Rekomendasi