Perum Bulog Kantor Wilayah Papua berhasil menyerap jagung pipilan dalam jumlah signifikan dari petani lokal di berbagai wilayah Tanah Papua sepanjang tahun 2025. Pembelian ini mencapai total 87.631 ton, menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung sektor pertanian daerah.
Proses pengadaan jagung ini dilakukan dengan harga Rp6.400 per kilogram untuk jagung pipilan dengan kadar air 14 persen. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga komoditas serta memastikan ketersediaan bahan baku untuk industri pakan ternak di masa mendatang.
Jagung yang telah dibeli ini nantinya akan diolah menjadi pakan ternak, meskipun lokasi pengolahannya masih belum dipastikan oleh pihak Bulog. Penyerapan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian petani jagung di Tanah Papua.
Advertisement
Advertisement
Perum Bulog Kanwil Papua secara aktif melakukan pembelian jagung pipilan langsung dari petani di tujuh daerah berbeda di Tanah Papua. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Daerah-daerah yang menjadi fokus utama penyerapan meliputi Manokwari dengan volume pembelian tertinggi mencapai 52.523 ton. Selain itu, Fak-fak juga berkontribusi signifikan dengan 10.598 ton jagung yang berhasil diserap oleh Bulog.
Beberapa wilayah lain seperti Sorong, Merauke, dan Timika juga turut serta dalam program penyerapan ini, meskipun dengan volume yang lebih kecil. Jagung yang terkumpul di gudang Bulog Jayapura sendiri mencapai 12.500 ton, menunjukkan skala operasi yang luas.
Advertisement
Pembelian jagung ini tidak hanya sekadar transaksi, melainkan juga bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Dengan harga beli yang kompetitif, Bulog berupaya melindungi petani dari fluktuasi harga pasar yang merugikan.
Advertisement
Meskipun ada program penyerapan dari Bulog, beberapa petani masih mempertimbangkan opsi penjualan hasil panen mereka. Petani jagung di kawasan Arso, misalnya, masih memantau harga pasar sebelum memutuskan untuk menjual ke Bulog atau pedagang pengumpul.
Kadir, seorang petani jagung dari Arso, mengungkapkan bahwa keputusan penjualan sangat bergantung pada penawaran harga yang lebih tinggi. Situasi ini menunjukkan adanya dinamika pasar yang perlu diperhatikan oleh Bulog dalam menjaga daya saingnya.
Harapan petani adalah mendapatkan harga yang paling menguntungkan untuk jagung pipilan hasil panen mereka. Ketersediaan opsi penjualan ke Bulog memberikan alternatif yang penting, namun persaingan harga dari pedagang lain tetap menjadi faktor penentu.
Advertisement
Program penyerapan jagung oleh Bulog ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas. Dengan demikian, petani memiliki kepastian pasar dan harga yang stabil, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan produksi jagung di Tanah Papua.
Advertisement
- Total volume jagung pipilan yang diserap: 87.631 ton.
- Harga pembelian: Rp6.400/kilogram dengan kadar air 14 persen.
- Distribusi penyerapan di berbagai daerah:
- Manokwari: 52.523 ton
- Fak-fak: 10.598 ton
- Sorong: 100 kilogram
- Merauke: 8,9 ton
- Timika: 1 ton
- Gudang Bulog Jayapura: 12.500 ton
Sumber: AntaraNews