Di Balik Tembok Rahasia Kafe de'CLAN: Ada Brankas Dalam Brankas

Polri belum bicara rinci kaitan dengan perkara apa penggeledahan kafe tersebut.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Di Balik Tembok Rahasia Kafe de'CLAN: Ada Brankas Dalam Brankas
Kafe de'CLAN (Foto: Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Menjelang jam makan siang, suasana di de'CLAN Signature Cipete tampak lebih lengang dari biasanya. Bangunan dua lantai di Jalan Cipete Raya Nomor 63, Cilandak, Jakarta Selatan, tidak terlihat dipadati pengunjung sebagaimana lazimnya pada waktu tersebut.

Di lokasi itu, tim gabungan Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tengah melakukan penggeledahan sebagai bagian dari penyidikan tiga dugaan perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ketiga perkara tersebut meliputi dugaan korupsi terkait blackout batu bara PLN, pengelolaan PT Asabri periode 2020–2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada kurun waktu yang sama.

Sekitar pukul 11.30 WIB, telepon seluler F berdering saat ia sedang bekerja di kawasan Jalan Gatot Subroto. Menurut pengakuannya, ia diminta datang ke de'CLAN Signature untuk mendampingi proses penggeledahan sebagai saksi.

"Saya datang jam setengah 12. Posisi saya lagi kerja itu di Jalan Gatot Subroto, ditelepon suruh dampingin. Langsung buru-buru ke Cafe de'CLAN Signature di Cipete. Saya enggak tahu masalah itu, tiba-tiba langsung geledah aja," ujarnya.

Sesampainya di lokasi, F mengaku melihat sejumlah penyidik sudah berada di dalam area kafe. Ia juga mengaku sempat melihat beberapa orang yang disebutnya berasal dari kejaksaan berada di lokasi sebelum kemudian meninggalkan tempat.

"Awalnya ada orang kejaksaan datang ke situ, belum ada wartawan sama Brimob. Cuma ada reserse. Debat di situ. Saya enggak tahu. Saya ke bawah merokok keluar, ada Brimob. Orang kejaksaan udah enggak ada," katanya.

Menurut F, penggeledahan dipusatkan di lantai dua bangunan. Ia menyebut terdapat tiga ruangan yang diperiksa penyidik dan seluruhnya berada di area bertanda "Area Khusus Staf".

"Tiga ruangan yang digeledah, di lantai dua semua," katanya.

Ia menjelaskan, bagian kanan bangunan berbentuk huruf L difungsikan sebagai ruang kantor atau ruang staf, sedangkan sisi kiri digunakan sebagai area makan.

"Jadi ruangan bentuknya letter L, ke kanan langsung kantor, kiri tempat buat makan."

 

Salah satu ruangan yang diperiksa merupakan ruang kerja pimpinan. Di ruangan tersebut, menurut F, penyidik menemukan sebuah ruang penyimpanan yang tersembunyi di balik sebuah buffet atau lemari.

"Yang viral ada brankas itu? Iya, di tempat saya itu," ujarnya.

F mengatakan penyidik terlebih dahulu membuka buffet sebelum menemukan pintu lain yang mengarah ke ruang penyimpanan.

"Pintu kedua. Di dalam buffet. Jadi buffet-nya dibuka, ada pintu lagi. Nah itu dibongkar."

Di dalam ruang penyimpanan itu, F mengaku melihat lebih dari satu brankas.

"Di dalam brankas ada brankas lagi. Dua brankas kecil. Jadi brankas gede, brankas kecil. Ada dua," katanya.

F mengaku tidak menyaksikan seluruh proses penggeledahan karena sempat keluar ruangan untuk merokok. Saat kembali, menurutnya, sejumlah barang dari ruang penyimpanan telah diamankan oleh penyidik.

"Brankas sama isinya. Duit ada, di koper. Ada barang-barang lagi juga, kayaknya emas. Saya keluar kelamaan merokok," ujarnya.

Ia mengaku sempat melihat uang dalam mata uang rupiah dan dolar AS. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti jumlah uang maupun rincian barang yang diamankan penyidik. Menurut F, seluruh barang tersebut kemudian dibawa keluar dari lokasi menggunakan kendaraan penyidik.

"Saya ikut mobil yang ada barang buktinya. Warna putih, barang buktinya di situ," katanya.

Pada malam harinya, F mengaku ikut menuju Polda Metro Jaya. Namun, menurut dia, kehadirannya bukan untuk menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAP), melainkan sebagai saksi yang diminta menyaksikan proses pembukaan barang yang telah diamankan.

"Enggak di-BAP. Cuma buat saksi. Awalnya disuruh ikut ke Polda nanti menyaksikan pembukaan. Sampai sana saya di lobi. Duduk situ. Sampai jam tujuh dipanggil untuk tanda tangan," ucapnya.

Rekomendasi