Lebih 1.000 ASN Terjerat Judi Online, Nilai Transaksi Tembus Rp10 Miliar

Ribuan abdi negara yang terjerat judi online itu tersebar di sejumlah kota besar, mulai dari Bekasi hingga Bandung.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Lebih 1.000 ASN Terjerat Judi Online, Nilai Transaksi Tembus Rp10 Miliar
<p>Ilustrasi main judol, judi online. (image by Freepik)</p>

Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan mengungkap fakta mengejutkan terkait keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya dalam aktivitas judi online (judol).

Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), lebih dari 1.000 ASN tercatat bermain judi online dengan total nilai transaksi menembus Rp10 miliar.

"Lebih (dari 1.000 ASN dan Rp10 miliar). Ada satu ASN saja transaksinya sampai Rp800 juta. Bahkan ada beberapa yang di atas ratusan juta. Yang terkecil itu sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000-an," kata Erwan kepada wartawan, Kamis (9/7).

Erwan menjelaskan, data tersebut diperolehnya secara langsung dari Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana. Dalam sebuah pertemuan, Ivan memberikan peringatan khusus mengenai maraknya kasus judi online di kalangan ASN Jabar beserta bukti detail para pelakunya.

"Saya waktu itu silaturahmi dengan Kepala PPATK Pusat, Kang Ivan, kebetulan beliau orang Jawa Barat. Kita ngobrol-ngobrol, di akhir pertemuan itu beliau sampaikan, 'Kang, hati-hati, Jawa Barat judolnya sudah sangat meresahkan, terutama ASN'. Saya di situ kaget, dan saya langsung diberikan bukti by name by address," jelas dia.

Menurut Erwan, ribuan abdi negara yang terjerat judi online itu tersebar di sejumlah kota besar, mulai dari Bekasi hingga Bandung. Menindaklanjuti temuan ini, ia telah menginstruksikan jajaran Inspektorat untuk memanggil dan memproses para pelanggar.

"Saya berharap kita segera menindaklanjutinya. Para inspektorat di kota dan kabupaten untuk segera memanggil para ASN yang terlibat judol tersebut, serta memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas dia.

Meski telah mengantongi data lengkap para pelaku, Erwan enggan merinci nama-nama ASN tersebut karena menyangkut ranah privasi.

Namun, Erwan tak bisa menyembunyikan rasa herannya terhadap para pegawai pemerintahan yang masih nekat berjudi. Padahal, para ASN sudah menerima gaji dan tunjangan yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Mirisnya lagi, Erwan membocorkan bahwa beberapa ASN yang mencatatkan nilai transaksi judi online cukup fantastis adalah mereka yang sudah mendekati masa purna tugas.

"Dan yang tadi saya sebutkan, salah satunya yang (transaksinya) besar itu mereka yang menjelang pensiun. Ngapain coba? Apa yang akan mereka berikan untuk anak cucunya ketika nanti setelah pensiun?" pungkas dia.

Kontributor: Azzura Galexia

Rekomendasi