Mentan: Drone Bisa Angkut Gabah 100 Kg di Daerah Tanpa Jalan Tani

Amran menilai aksi petani itu cukup kreatif, namun dia mengingatkan agar penggunaan drone tetap dilakukan dengan aman dan tidak membahayakan diri sendiri.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Mentan: Drone Bisa Angkut Gabah 100 Kg di Daerah Tanpa Jalan Tani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan tanam padi bersama petani di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Lukman R)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut bahwa teknologi drone berpotensi dimanfaatkan untuk mengangkut gabah di daerah yang belum memiliki jalan usaha tani sehingga distribusi hasil panen menjadi lebih efisien.

Menurut Amran, inovasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan pertanian modern yang terus didorong Kementerian Pertanian untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, terutama akses transportasi hasil panen.

"Nanti ke depan yang tidak ada jalan usaha tani ngangkutnya karena bisa 100 kilogram ngangkutnya gabah pakai drone. Bener nggak? Cantik kan? Setelah pakai tanam pakai drone tapi itu tahap berikutnya," kata Mentan ditemui usai Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Jakarta, dikutip dari Anara, Kamis (9/7).

Dia menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi terkait adanya seorang petani di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menumpang drone pertanian berukuran besar untuk pulang-pergi ke sawah.

Amran menilai aksi petani itu cukup kreatif, namun dia mengingatkan agar penggunaan drone tetap dilakukan dengan aman dan tidak membahayakan diri sendiri.

"Ini menarik sekali kemarin saya baca (petani) pakai drone. Itu yang penting tidak jatuh, tidak membahayakan. Tapi kalau drone-nya setinggi dua jengkal dari atas tanah itu menarik juga dipakai pulang," ujarnya.

Menurut Amran, drone tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk penanaman, tetapi juga mampu membawa gabah dengan kapasitas sekitar 100 kilogram dari lahan menuju titik pengumpulan hasil panen.

Amran menilai penggunaan drone untuk mengangkut gabah akan membantu petani di wilayah dengan akses terbatas sehingga proses distribusi hasil panen menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah penggunaan drone dalam proses tanam yang kini mulai diterapkan pada berbagai kawasan pertanian di Indonesia.

Ia menegaskan Kementerian Pertanian terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pekerjaan di lapangan, serta memperkuat daya saing sektor pertanian nasional secara berkelanjutan.

Amran juga mengungkapkan dirinya bersama jajaran Kementerian Pertanian aktif melakukan penelitian untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan langsung dalam mendukung modernisasi pertanian Indonesia.

Ia optimistis pemanfaatan drone sebagai sarana angkut gabah akan menjadi solusi bagi petani di daerah tanpa jalan usaha tani sekaligus mempercepat transformasi menuju pertanian modern yang lebih maju dan efisien.

"Jadi nanti itu, angkat gabah yang tidak ada jalan usaha tani pakai drone. Tanam pakai drone," kata Amran.

Rekomendasi