Penyaluran Minyakita Bulog Madiun: Strategi Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menyalurkan 482 ribu liter Minyakita langsung ke pedagang dan pengecer untuk memangkas alur distribusi dan menjaga stabilitas harga sesuai HET, khususnya menjelang Ramadan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penyaluran Minyakita Bulog Madiun: Strategi Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan
Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menyalurkan 482 ribu liter Minyakita langsung ke pedagang dan pengecer untuk memangkas alur distribusi dan menjaga stabilitas harga sesuai HET, khususnya menjelang Ramadan. (AntaraNews)

Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur, telah memulai penyaluran Minyakita dalam jumlah besar. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di pasaran. Penyaluran langsung ke pedagang dan pengecer ini diharapkan dapat memangkas alur distribusi yang panjang, sehingga harga jual tetap sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan stabil.

Agung Sarianto, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, menyatakan bahwa total 482 ribu liter Minyakita akan disalurkan. Distribusi ini mencakup pasar-pasar tradisional di wilayah kerja Bulog Madiun, meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.

Hingga saat ini, sebanyak 12 ribu liter Minyakita telah berhasil disalurkan di seluruh wilayah Bulog Madiun, dengan 7 ribu liter di antaranya khusus untuk Kota Madiun. Bulog menargetkan penyaluran keseluruhan 482 ribu liter Minyakita ini dapat selesai pada Februari 2026.

Penyaluran Minyakita oleh Bulog Madiun dilakukan secara langsung kepada pedagang dan pengecer di pasar-pasar tradisional. Strategi ini dirancang untuk meminimalkan praktik penimbunan atau penjualan di atas HET yang sering terjadi akibat rantai distribusi yang panjang. Total volume yang akan didistribusikan mencapai 482 ribu liter, menjangkau tiga wilayah utama di Jawa Timur.

Agung Sarianto menjelaskan bahwa penyaluran ini diprioritaskan untuk pedagang di pasar tradisional yang telah terdata oleh dinas terkait. Hingga saat ini, Bulog Madiun telah menyalurkan 12 ribu liter Minyakita, dengan 7 ribu liter di antaranya khusus untuk wilayah Kota Madiun.

Prioritas kepada pedagang terdata bertujuan untuk memastikan bahwa Minyakita sampai ke tangan konsumen akhir dengan harga yang wajar. Kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Tujuan utama dari penyaluran langsung Minyakita ini adalah untuk menjaga stabilitas harga di pasaran agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). HET Minyakita telah ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter, dan Bulog berkomitmen untuk memastikan harga ini tidak terlampaui.

Bulog menjual Minyakita kepada pedagang dengan harga Rp14.500 per liter, memberikan margin yang cukup bagi pedagang. Dengan demikian, pedagang dapat menjual kembali Minyakita sesuai HET Rp15.700 per liter tanpa merugi.

Selain menyalurkan, Bulog juga aktif mengedukasi para pedagang mengenai pentingnya menjual Minyakita sesuai HET. Edukasi ini krusial untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, terutama menjelang momentum penting seperti Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran dan akuntabel, pedagang yang ingin mendapatkan pasokan Minyakita dari Bulog diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan tersebut meliputi penyertaan Nomor Pokok Wajib Pajak Badan (NPWB) dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, pedagang juga harus menandatangani pakta integritas yang menyatakan kesediaan untuk menjual Minyakita sesuai HET.

Pedagang juga diwajibkan mengisi aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH). Aplikasi ini berfungsi untuk mencatat dan memantau distribusi, serta memastikan keberlanjutan pasokan baik dari pihak pedagang maupun Bulog dari pusat.

Penyaluran 482 ribu liter Minyakita ini ditargetkan selesai pada Februari 2026, sebagai persiapan menghadapi peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Harapannya, langkah ini dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng di pasaran selama periode tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi