Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Madiun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Imbauan ini disampaikan menyusul kepastian bahwa stok pangan di wilayah kerjanya berada dalam kondisi sangat aman. Ketersediaan bahan pokok yang melimpah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasaran.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan cadangan beras yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Madiun dan Ngawi. Kedua wilayah ini merupakan area kerja utama Bulog Madiun. Langkah antisipasi ini diambil guna menjamin masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan pangan.
Selain beras, Bulog Madiun juga memastikan ketersediaan minyak goreng dalam jumlah yang memadai. Dengan adanya jaminan stok ini, masyarakat diharapkan dapat berbelanja secara bijak dan tidak menimbun bahan pokok. Kondisi stok yang aman ini bertujuan untuk mencegah gejolak harga dan praktik penimbunan yang dapat merugikan konsumen.
Advertisement
Advertisement
Bulog Madiun saat ini memiliki stok beras yang sangat signifikan, mencapai sekitar 60 ribu ton. Jumlah ini dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Madiun dan Ngawi hingga periode setelah Lebaran 2026. Ketersediaan ini mencakup beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan, yang disalurkan sesuai permintaan pasar dan ketentuan pemerintah.
Tidak hanya beras, Bulog juga menjamin pasokan minyak goreng tetap aman. Saat ini, stok minyak goreng yang tersedia di gudang Bulog Cabang Madiun mencapai sekitar 280 ribu liter. Angka ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menghadapi peningkatan permintaan menjelang hari raya.
Stok pangan yang melimpah ini merupakan hasil dari upaya Bulog untuk terus melakukan penyerapan gabah dari petani lokal. Hingga awal Februari 2026, penyerapan gabah petani telah mencapai 16.110 ton atau setara sekitar 8.000 ton beras. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung petani sekaligus memastikan ketersediaan pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, Bulog Madiun aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Salah satunya adalah gerakan pasar murah yang diselenggarakan di sejumlah titik strategis. Kegiatan ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi yang panjang dan langsung menyentuh konsumen.
Selain itu, Bulog juga bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di kabupaten dan kota wilayah kerjanya. Kolaborasi ini memperluas jangkauan distribusi bahan pokok hingga ke pasar dan pengecer, memastikan pasokan merata dan mudah diakses oleh masyarakat. Jaringan distribusi juga mencakup Kelompok Kios Mitra Pangan (KKMP), Kios Distribusi Mitra Pangan (KDMP), serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, menambahkan bahwa operasional Bulog akan tetap berjalan normal selama masa menjelang Lebaran 2026. Pelayanan distribusi dan pengelolaan stok di gudang akan terus dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa hambatan.
Advertisement
Advertisement
Dengan ketersediaan stok yang mencukupi dan upaya distribusi yang masif, masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak. Penting untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pembelian yang tidak terkontrol dapat menciptakan kelangkaan buatan dan memicu kenaikan harga yang tidak semestinya.
Agung Sarianto secara khusus menekankan agar masyarakat berbelanja seperlunya saja. Penimbunan bahan pokok tidak hanya merugikan diri sendiri karena potensi kerusakan, tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan pasokan bagi masyarakat luas. Bulog menjamin bahwa stok pangan yang ada saat ini aman dan akan terus tersedia.
Masyarakat diharapkan dapat mempercayai informasi resmi dari Bulog dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Ketersediaan pangan yang terjamin merupakan prioritas utama Bulog untuk memastikan kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Advertisement
Sumber: AntaraNews