Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Sabtu (20/6) lalu. Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menanam bibit kakao unggulan di lahan perkebunan PT Ebier Suth Cokran. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat potensi perkebunan kakao di wilayah tersebut dan mendorong industri kakao nasional.
Penanaman bibit kakao ini secara langsung menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas kakao. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas kakao Indonesia di pasar global. Kunjungan ini juga menegaskan fokus pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adat setempat.
Acara penanaman bibit kakao dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Mereka bersama-sama menanam bibit kakao klon Trinitario varietas unggulan CKR-40, CKR-13, CKR-14, dan CKR-12.
Advertisement
Advertisement
Direktur Manajemen Pemasaran dan Komunikasi PT Ebier Suth Cokran, Febri Sumbung, menyatakan bahwa kehadiran Wapres Gibran merupakan bukti nyata komitmen pemerintah. Komitmen ini bertujuan mendorong industri kakao nasional yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Wapres Gibran menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama kakao dunia. Namun, potensi ini harus diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, kualitas, serta hilirisasi produk. Pengelolaan kebun yang ramah lingkungan juga menjadi kunci utama dalam pengembangan ini.
Pengembangan industri kakao tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi semata. Aspek keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adat juga harus menjadi perhatian utama. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat lokal.
Advertisement
Advertisement
Wapres Gibran memberikan perhatian khusus terhadap upaya rehabilitasi kebun kakao melalui penerapan sistem agroforestri dinamik. Penanaman pohon naungan juga dianggap penting untuk menjaga ekosistem perkebunan. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan pertumbuhan kakao yang optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, penguatan kapasitas petani menjadi krusial agar industri kakao Indonesia mampu bersaing di pasar global. Pasar global saat ini semakin menuntut aspek keberlanjutan dan ketertelusuran produk. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi petani sangat diperlukan.
Kegiatan penanaman bibit kakao ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah. Tujuannya adalah mempercepat rehabilitasi perkebunan kakao di seluruh Indonesia. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Papua Barat sebagai salah satu sentra kakao nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan penanaman bibit kakao unggulan ini menjadi simbol percepatan program rehabilitasi kebun kakao Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026. Program ini secara khusus difokuskan di Kabupaten Manokwari Selatan. Melalui program ini, sebanyak 2.000 hektare lahan akan dikelola untuk pengembangan kakao.
Alokasi lahan tersebut dibagi menjadi 1.800 hektare untuk petani kakao Manokwari Selatan dan 200 hektare untuk Koperasi Ebier Suth Cokran. Lahan ini akan dikembangkan menjadi kebun kakao berbasis agroforestri yang berkelanjutan. Komposisinya mencakup 1.200 hektare lahan kakao dan 800 hektare kawasan konservasi.
Saat ini, sekitar 88 hingga 90 persen tenaga kerja PT Ebier Suth Cokran berasal dari masyarakat adat Papua. Mereka terlibat aktif dalam berbagai tahapan produksi. Tahapan ini meliputi pembibitan, budidaya, panen, hingga pengolahan pascapanen dan pengendalian mutu.
Advertisement
Sumber: AntaraNews