Kanada Beli 12 Kapal Selam dari Jerman

Keputusan ini diambil ketika Kanada meningkatkan anggaran pertahanan dan lebih fokus pada keamanan wilayah Arktik.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Kanada Beli 12 Kapal Selam dari Jerman
Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada 28 Mei 2026. (Dok. AP/Sean Kilpatrick)

Pemerintah Kanada telah memilih perusahaan pertahanan Jerman, TKMS, untuk memproduksi 12 kapal selam baru bagi angkatan lautnya. Proyek ini menjadi yang terbesar dalam sejarah pengadaan militer Kanada dan diperkirakan bernilai miliaran dolar Kanada.

Pengumuman ini disampaikan oleh Perdana Menteri Mark Carney pada hari Senin (6/7/2026), menjelang keberangkatannya ke KTT NATO di Turki. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota NATO diharapkan akan menghadapi dorongan untuk meningkatkan komitmen mereka dalam investasi pertahanan.

Sejak menjabat, Carney telah meningkatkan anggaran pertahanan Kanada menjadi 2 persen dari produk domestik bruto (PDB). Ia juga berencana untuk meningkatkan belanja pertahanan hingga mencapai 5 persen dari PDB pada tahun 2035.

Pengadaan kapal selam baru ini dianggap krusial mengingat kondisi armada Kanada yang saat ini terbatas. Pemerintah menyatakan bahwa hanya satu dari empat kapal selam yang ada saat ini yang layak untuk dioperasikan.

Selain itu, Kanada juga dihadapkan pada tantangan keamanan yang semakin meningkat di kawasan Arktik. Dengan garis pantai terpanjang di dunia, Kanada merasa khawatir bahwa pemanasan global akan mempermudah akses kapal asing, termasuk kekuatan militer dari negara lain, ke wilayah utara Kanada.

"Di dunia yang semakin berbahaya dan terpecah, Kanada harus siap membela kepentingannya, melindungi warganya, membangun ekonominya, dan mengamankan masa depannya," ujar Carney sebagaimana dilaporkan BBC. "Untuk itu, kami menjalankan pengadaan pertahanan terbesar dalam sejarah bangsa kami dengan cepat, ambisius, dan disiplin."

Meskipun proyek ini diperkirakan bernilai miliaran dolar Kanada, pemerintah belum memberikan estimasi resmi mengenai nilai kesepakatan tersebut. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai anggaran yang akan dikeluarkan.

Dalam sebuah pernyataan di Halifax, Nova Scotia, Carney menyebutkan bahwa pemerintah akan segera memulai negosiasi dengan TKMS untuk menandatangani kontrak. Proses tersebut diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan sebelum kesepakatan resmi dapat terjalin.

"Proyek ini jauh lebih besar daripada sekadar pengadaan kapal selam," tambah Carney. "Proyek ini membangun kapasitas industri Kanada," tegasnya.

TKMS dikenal sebagai produsen kapal selam non-nuklir terbesar di dunia. Dalam proses tender ini, mereka bersaing dengan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Hanwha Ocean, untuk memenangkan proyek tersebut.

Sejak Juli 2024, Kanada telah mengumumkan pencarian kontraktor untuk membangun armada kapal selam baru yang akan menggantikan kapal-kapal selam kelas Victoria yang sudah berusia tua dan diakuisisi pada tahun 1998.

TKMS juga menyatakan bahwa proposal yang diajukan bersama Norwegia dapat menjadi "solusi berisiko rendah, sejalan dengan NATO, dan transformatif secara ekonomi" bagi Kanada. Kesepakatan ini juga membuka peluang untuk kerja sama dalam pemeliharaan, pelatihan, logistik, dan operasi kapal selam baru tersebut.

Pemerintah Kanada menegaskan bahwa kapal-kapal selam baru ini akan menggunakan tenaga konvensional dan dirancang untuk dapat beroperasi di bawah lapisan es. Kemampuan ini dianggap penting untuk memperkuat keamanan dan kedaulatan Kanada, terutama di wilayah Arktik yang strategis.

Rekomendasi