Arkeolog menemukan dua cincin emas yang diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun. Lokasinya di Thailand bagian barat. Penemuan ini menambah kekayaan sejarah yang ada di kawasan tersebut.
Menurut laporan dari APNews pada Selasa (7/7/2026), Departemen Seni Rupa Thailand mengungkap kedua cincin tersebut ditemukan bersamaan dengan kerangka manusia dalam penggalian yang masih berlangsung di situs arkeologi Don Yai Thong, Provinsi Phetchaburi, pekan lalu. Hal ini menunjukkan pentingnya situs tersebut dalam memahami kehidupan masa lalu.
Salah satu dari cincin yang ditemukan pada Kamis (3/7/2026). Cincin ini memiliki ukiran yang diyakini menggunakan aksara Brahmi, salah satu sistem tulisan kuno yang berasal dari India. Penemuan ini memberikan petunjuk penting mengenai interaksi budaya antara Thailand dan India pada zaman kuno.
Berdasarkan analisis awal, para ahli berhasil membaca ukiran tersebut sebagai "pusarakhitasa", yang diartikan sebagai "orang yang dilindungi oleh Pushya". Dalam konteks astronomi India, Pushya adalah salah satu rasi bintang yang dianggap membawa keberuntungan, sehingga menambah nilai simbolis dari cincin tersebut.
Cincin yang lain ditemukan pada kerangka yang sama. Namun berbeda dengan cincin pertama, benda ini merupakan cincin emas polos tanpa adanya ukiran atau hiasan. Temuan ini mungkin mencerminkan perbedaan status sosial atau fungsi dari masing-masing cincin dalam kehidupan pemiliknya.
Para arkeolog berpendapat bahwa pemilik kedua cincin tersebut kemungkinan besar merupakan seorang pedagang dari kasta Vaishya, yang merupakan salah satu kelompok dalam sistem kasta kuno di India. Hal ini menunjukkan adanya hubungan perdagangan yang kuat antara berbagai budaya pada masa lalu.
Situs arkeologi Don Yai Thong terletak sekitar 130 kilometer di barat daya Bangkok. Lokasi ini pertama kali terdeteksi pada awal tahun ketika warga setempat menemukan pecahan genderang perunggu kuno di area persawahan, yang kemudian mendorong dilakukannya penggalian lebih lanjut untuk mengeksplorasi sejarah yang lebih dalam.
Advertisement
Menurut penelitian awal yang dilakukan, situs yang ditemukan tersebut berasal dari akhir zaman prasejarah di Thailand, tepatnya pada periode Zaman Besi, yang diperkirakan terjadi antara 1.500 hingga 2.500 tahun yang lalu. Sejak dimulainya penggalian pada bulan Februari, tim arkeolog telah berhasil menemukan delapan kerangka manusia, perhiasan yang terbuat dari perunggu dan emas, tembikar, serta berbagai artefak lainnya.
Temuan tersebut menunjukkan adanya tradisi pemakaman yang khusus bagi kalangan elit atau anggota kelas atas masyarakat pada masa itu. Menurut Departemen Seni Rupa Thailand, mereka memperkirakan bahwa proses penggalian ini akan selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah selesai, semua temuan dari situs ini akan dipamerkan kepada publik untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai sejarah dan budaya yang ada pada masa itu.