Realisasi Distribusi Jagung SPHP Bulog Capai 51.211 Ton Sepanjang 2025, Jaga Stabilitas Harga Pakan
Perum Bulog sukses menyalurkan 51.211 ton jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2025, menjaga stabilitas harga pakan ternak bagi peternak mandiri.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa realisasi distribusi jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun 2025 mencapai angka 51.211 ton. Penyaluran ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak di pasaran, khususnya bagi para peternak mandiri di Indonesia.
Penyaluran jagung SPHP ini dilakukan atas perintah Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau bagi peternak.
Program ini menjadi krusial mengingat fluktuasi harga jagung di pasaran yang sempat mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk kebutuhan pakan ternak. Bulog berperan aktif dalam menekan dampak kenaikan harga tersebut melalui distribusi jagung bersubsidi.
Realisasi dan Tujuan Distribusi Jagung SPHP Bulog
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa total penyaluran SPHP jagung hingga akhir tahun 2025 mencapai 51.211 ton. Realisasi ini sangat penting mengingat harga jagung yang sempat melonjak di pasaran, khususnya yang digunakan sebagai pakan ternak.
Perum Bulog mendapat mandat untuk menyalurkan jagung SPHP agar para peternak dapat memperoleh pakan ternak dengan harga yang lebih murah. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung keberlangsungan usaha peternak di tengah tantangan ekonomi.
Selain jagung, Bulog juga mencatat realisasi penyaluran beras SPHP sepanjang 2025 yang mencapai 802.939 ton. Penyaluran beras SPHP pada tahun ini memiliki skema yang berbeda, yaitu langsung disalurkan ke kios pengecer, tidak lagi melalui grosir seperti sebelumnya.
Perpanjangan Program dan Dukungan Pemerintah untuk Peternak
Sebelumnya, pada September 2025, Perum Bulog telah menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan 52.400 ton jagung pakan melalui program SPHP. Penugasan ini berdasarkan surat dari Kepala Bapanas Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tanggal 23 September 2025.
Penyaluran jagung SPHP ini ditujukan kepada 2.109 peternak ayam ras petelur mandiri dengan harga Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Mekanisme penyalurannya dilakukan melalui koperasi dan asosiasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program SPHP jagung pakan bagi peternak layer mandiri hingga akhir Januari 2026. Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa perpanjangan ini dimungkinkan karena ketersediaan stok cadangan jagung yang masih mencukupi.
Bapanas mencatat bahwa realisasi SPHP jagung tahap pertama telah mencapai lebih dari 51 ribu ton dari target pagu 52,4 ribu ton, menjangkau 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi. Perpanjangan program ini merupakan respons atas usulan dari berbagai pihak, termasuk dinas perkebunan dan peternakan di beberapa provinsi serta sejumlah koperasi peternak.
Beberapa poin penting terkait distribusi jagung SPHP oleh Bulog:
Sumber: AntaraNews