TNI Buru KKB Penembak Pilot AS di Papua
TNI memburu pelaku setelah mengevakuasi jenazah pilot asal AS di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7/2026).
TNI tengah melakukan pencarian dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang bertanggung jawab atas penembakan Nicholas F. Goselin, seorang pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY. Insiden tersebut terjadi di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis, 2 Juli 2026. Tindakan pengejaran ini dilakukan setelah TNI berhasil mengevakuasi jenazah pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat tersebut pada hari berikutnya, yaitu Jumat, 3 Juli 2026.
"Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," ujar Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 3 Juli 2026. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Pegunungan, serta memastikan bahwa pelaku kejahatan dapat segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.
Evakuasi pilot telah dilaksanakan
TNI melaksanakan Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk menguasai dan mengamankan bandara sebagai titik masuk bantuan. Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk melakukan Search and Rescue (SAR) Taktis guna mengevakuasi korban serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. Dalam operasi ini, terlibat 10 personel Koops TNI Habema yang didukung oleh dua helikopter Caracal. Semua kegiatan dilakukan dengan cepat, terukur, dan terkoordinasi, mengingat medan pegunungan yang sangat menantang.
Riyanto menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air dan menegaskan komitmen Koops TNI Habema dalam menjaga keamanan wilayah. Ia mengatakan, "Melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat dan SAR Taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional." Pernyataan ini menunjukkan dedikasi TNI dalam memberikan respons yang efektif terhadap situasi darurat yang terjadi.