TNI-Polri Perketat Keamanan Bandara Korowai Pasca Penembakan Smart Air
TNI dan Polri memperketat Keamanan Bandara Korowai di Boven Digoel, Papua Selatan, menyusul insiden penembakan pesawat Smart Air yang menewaskan pilot dan kopilot pada 11 Februari, menegaskan komitmen menjaga konektivitas vital di Papua.
Aparat gabungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini memperkuat pengamanan di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan pesawat Smart Air yang tragis pada 11 Februari lalu, yang mengakibatkan meninggalnya pilot dan kopilot pesawat tersebut. Peningkatan keamanan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan penerbangan sipil di wilayah perintis Papua yang memiliki kondisi geografis menantang.
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir, pada Jumat (13/2) menegaskan bahwa pengamanan di Korowai telah diperkuat secara memadai. Penegasan ini mencerminkan komitmen TNI-Polri untuk menjamin keselamatan, mengingat transportasi udara merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat setempat. Kondisi geografis Papua menjadikan transportasi udara sangat krusial untuk konektivitas dan mobilitas warga.
Meskipun wilayah Korowai sebelumnya tidak termasuk dalam area Operasi Damai Cartenz karena dianggap relatif aman dan terkendali, insiden penembakan ini mengubah situasi. Personel dari Operasi Damai Cartenz dan Kepolisian Daerah Papua telah dikerahkan ke lokasi. Pengerahan pasukan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani ancaman keamanan dan memulihkan rasa aman bagi masyarakat di Boven Digoel.
Komitmen TNI-Polri Jamin Keamanan Penerbangan Perintis
Peningkatan keamanan di Bandara Korowai Batu merupakan respons cepat aparat terhadap insiden yang mengancam keselamatan penerbangan sipil. TNI-Polri berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas dan keamanan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil di Papua. Pengamanan ini vital karena penerbangan perintis menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi logistik bagi masyarakat pedalaman Papua.
Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menekankan bahwa transportasi udara adalah denyut nadi konektivitas di Papua. Tanpa akses udara yang aman, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat akan sangat terhambat. Oleh karena itu, aparat gabungan akan terus memastikan bahwa bandara-bandara perintis tetap beroperasi dengan aman dan lancar, meskipun menghadapi tantangan keamanan.
Meskipun Korowai awalnya tidak termasuk dalam wilayah operasi khusus, situasi pasca-penembakan telah mendorong penyesuaian strategi keamanan. Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polda Papua kini aktif di lapangan untuk mengamankan area dan mengejar para pelaku. Area Bandara Korowai Batu sendiri telah berhasil diamankan oleh personel gabungan.
Identifikasi Pelaku dan Kronologi Insiden Tragis
Insiden penembakan yang menargetkan pesawat Smart Air terjadi pada Rabu (11/2) saat pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR tersebut tiba di Bandara Korowai dari Tanah Merah, Boven Digoel. Pesawat yang membawa 13 penumpang ini ditembaki oleh kelompok bersenjata sesaat setelah mendarat.
Akibat penembakan tersebut, pilot Kapten Enggon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro Adi Anggoro meninggal dunia. Berdasarkan penyelidikan awal, Kepala Operasi Satuan Tugas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan ini adalah Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah. Kelompok ini dipimpin oleh Elkius Kobak dan berasal dari wilayah Yahukimo.
Kronologi tragis ini melibatkan pengejaran pilot dan kopilot yang sempat bersembunyi di hutan, namun kemudian tertangkap dan dieksekusi di area landasan. Aparat gabungan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat, serta mengamankan selongsong peluru.
Penegakan Hukum dan Imbauan kepada Masyarakat
Polri menegaskan bahwa penyelidikan dan penegakan hukum akan terus dilakukan secara terukur dan profesional untuk melindungi serta memulihkan rasa aman masyarakat. Aparat gabungan saat ini sedang memburu para pelaku penembakan tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen negara untuk menghadirkan keadilan dan menjaga keamanan di seluruh pelosok negeri.
Masyarakat diimbau untuk kembali beraktivitas normal dan tidak perlu khawatir berlebihan. Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir memastikan bahwa aparat keamanan akan terus bekerja keras untuk melacak dan menangkap kelompok yang bertanggung jawab atas insiden ini. Fokus utama adalah mengidentifikasi dan menindak tegas kelompok dari Yahukimo yang terlibat dalam aksi kriminal tersebut.
Evakuasi jenazah kedua awak pesawat telah berhasil dilakukan dan diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi dan autopsi. Sementara itu, seluruh 13 penumpang pesawat dipastikan selamat dan telah kembali ke rumah masing-masing. Situasi di Bandara Korowai Batu kini sudah terkendali, dan aparat terus memantau perkembangan untuk memastikan keamanan jangka panjang.
Sumber: AntaraNews