Tim SAR Gabungan Dikerahkan untuk Pencarian Warga Tenggelam di Sungai Digoel Boven Digoel

Tim SAR gabungan dikerahkan mencari Yulianus Kandeyop (16) yang hanyut di Sungai Digoel, Boven Digoel. Operasi Pencarian Warga Tenggelam Sungai Digoel ini menghadapi cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Dikerahkan untuk Pencarian Warga Tenggelam di Sungai Digoel Boven Digoel
Tim SAR gabungan dikerahkan mencari Yulianus Kandeyop (16) yang hanyut di Sungai Digoel, Boven Digoel. Operasi Pencarian Warga Tenggelam Sungai Digoel ini menghadapi cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan telah dikerahkan secara intensif untuk melakukan operasi pencarian terhadap Yulianus Kandeyop, seorang remaja berusia 16 tahun. Ia dilaporkan tenggelam dan hanyut di derasnya arus Sungai Digoel, yang terletak di wilayah Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu pagi, memicu kekhawatiran mendalam dari keluarga dan masyarakat setempat.

Menurut laporan yang diterima oleh Pos Pencarian dan Pertolongan Boven Digoel, Yulianus terakhir terlihat berenang di sekitar area dermaga Mindiptana sebelum kemudian menghilang dari pandangan. Diduga kuat, korban mengalami kelelahan saat beraktivitas di air, menyebabkan ia tidak mampu melawan kuatnya arus sungai. Kejadian ini segera dilaporkan warga kepada pihak berwenang.

Plt Kepala SAR Merauke, Samuel Ohoiwutun, menyatakan bahwa upaya pencarian segera diaktifkan setelah laporan diterima pada Minggu siang sekitar pukul 12.15 WIT. Empat personel Pos SAR Boven Digoel langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka bergabung dengan tim gabungan yang sudah lebih dulu berada di Mindiptana untuk menyisir area sungai.

Kronologi Kejadian dan Upaya Awal Pencarian

Peristiwa nahas ini bermula pada Minggu pagi sekitar pukul 09.30 WIT, ketika Yulianus Kandeyop terlihat berenang di sekitar dermaga Mindiptana. Aktivitas berenang tersebut berlangsung seperti biasa, namun tidak lama kemudian, warga yang berada di lokasi melihat Yulianus mulai hanyut terbawa arus sungai. Kondisi ini diduga kuat akibat kelelahan yang dialami korban.

Melihat Yulianus hanyut dan tidak berdaya, warga setempat segera bertindak cepat dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Mindiptana. Informasi mengenai insiden pencarian warga tenggelam Sungai Digoel ini kemudian diteruskan ke Pos Pencarian dan Pertolongan Boven Digoel, yang langsung merespons laporan tersebut dengan sigap.

Setelah menerima laporan, tim dari Pos SAR Boven Digoel segera mengirimkan empat personel ke Distrik Mindiptana. Mereka bertugas untuk bergabung dengan tim gabungan yang telah terbentuk di lokasi. Tim gabungan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Polsek, Koramil, Satgas Pamtas, serta masyarakat sekitar yang turut membantu dalam upaya pencarian.

Samuel Ohoiwutun, Plt Kepala SAR Merauke, menegaskan bahwa koordinasi yang baik antar berbagai pihak sangat penting dalam operasi pencarian warga tenggelam Sungai Digoel ini. "Upaya pencarian terus dilakukan tim SAR gabungan di Mindiptana dengan melibatkan personel Polsek, Koramil, Satgas Pamtas, dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian," ungkap Ohoiwutun.

Tantangan dan Luas Area Pencarian

Operasi pencarian warga tenggelam Sungai Digoel ini menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi geografis Sungai Digoel yang luas dan arusnya yang kuat. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan metode penyisiran tepian sungai, menggunakan pengamatan visual pada permukaan air. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban di tengah kondisi yang sulit.

Luas area pencarian yang harus disisir oleh tim pada hari pertama mencapai sekitar 6,36 kilometer persegi. Area ini mencakup bagian sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban. Kondisi cuaca di lapangan juga menjadi faktor penentu, dengan laporan adanya hujan ringan dan kecepatan angin yang mencapai 30 km/jam, yang dapat mempengaruhi visibilitas dan keamanan tim.

Meskipun upaya maksimal telah dikerahkan sepanjang hari Minggu, Yulianus Kandeyop belum berhasil ditemukan. Plt Kepala SAR Merauke, Samuel Ohoiwutun, menyatakan bahwa tim tidak akan menyerah. "Hingga kini korban belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilakukan Senin (8/12)," kata Ohoiwutun, menunjukkan komitmen untuk terus melanjutkan operasi.

Melanjutkan pencarian warga tenggelam Sungai Digoel pada hari berikutnya menjadi prioritas utama. Tim gabungan akan kembali menyusun strategi dan memperluas area pencarian jika diperlukan, dengan harapan dapat segera menemukan Yulianus dan mengakhiri penantian keluarga yang cemas. Dukungan dari masyarakat juga diharapkan terus berlanjut untuk kelancaran operasi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi