Perum Bulog Cabang Tulungagung terus meningkatkan penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayahnya. Upaya ini dilakukan secara masif sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan.
Setiap pekan, Bulog Tulungagung menggelontorkan sekitar 200 hingga 300 ton beras SPHP ke pasar-pasar. Langkah strategis ini bertujuan untuk menahan risiko inflasi yang berpotensi muncul akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa bulan terakhir.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyatakan bahwa distribusi SPHP diharapkan mampu mencegah lonjakan harga. Meskipun harga beras di pasaran masih relatif stabil, langkah antisipatif ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Penyaluran beras SPHP oleh Bulog Tulungagung memiliki tujuan utama menjaga harga beras tetap stabil. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi kenaikan signifikan di tingkat konsumen, seperti yang ditegaskan oleh Yonas bahwa penggelontoran beras SPHP dilakukan secara berkelanjutan.
Selain itu, distribusi SPHP juga bertujuan menjamin ketersediaan beras di pasar tradisional maupun ritel modern. Ketersediaan yang memadai diharapkan dapat mencegah masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, fenomena yang seringkali muncul di tengah isu kenaikan harga, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM.
Bulog menyalurkan beras SPHP secara rutin untuk pasar tradisional, sementara distribusi ke ritel modern disesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan. Yonas optimistis bahwa harga beras di Tulungagung akan tetap terjaga dan pasokan bagi masyarakat dipastikan aman berkat program ini.
Advertisement
Program penyaluran beras SPHP juga diperluas melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Ini memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau di berbagai titik distribusi.
Advertisement
Selain beras, Bulog Cabang Tulungagung juga memiliki peran penting dalam stabilisasi komoditas jagung. Tahun ini, Bulog Tulungagung memperoleh alokasi jagung sebanyak 83 ribu ton, bagian dari total alokasi Jawa Timur sebesar 122 ribu ton.
Alokasi jagung yang besar ini menjadikan Bulog Tulungagung sebagai penerima alokasi terbesar secara nasional. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa wilayah Tulungagung dan Blitar adalah sentra produksi telur, memasok sekitar 30 persen kebutuhan telur nasional.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran jagung telah mencapai sekitar 13 ribu ton. Penyaluran jagung sangat vital untuk mendukung sektor peternakan, khususnya peternak ayam petelur, dan membantu menjaga biaya produksi telur.
Advertisement
Lebih lanjut, pemerintah daerah bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU). MoU ini bertujuan untuk memasukkan telur sebagai salah satu menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan gizi masyarakat.
Sumber: AntaraNews