Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga pakan ternak di seluruh negeri, khususnya bagi peternak ayam petelur atau layer. Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebanyak 52,4 ribu ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan segera disalurkan. Inisiatif ini merupakan respons cepat terhadap fluktuasi harga pakan yang belakangan ini membebani sektor peternakan.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa penyaluran Jagung SPHP ini adalah upaya konkret pemerintah untuk memastikan ketersediaan pakan dengan harga yang terjangkau. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha peternakan di tengah tantangan ekonomi. Penyaluran ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Distribusi jagung SPHP ini akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, dengan harga jual yang telah ditetapkan secara khusus. Harapannya, harga pakan yang lebih stabil akan berdampak positif pada harga telur di pasaran, menjadikannya lebih terjangkau bagi konsumen. Bahkan, inisiatif ini juga diharapkan mampu berkontribusi pada pengendalian harga daging ayam secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah telah menetapkan harga jual jagung SPHP sebesar Rp5.500 per kilogram bagi para peternak layer. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang cenderung meningkat dalam beberapa waktu terakhir, memberikan keringanan signifikan bagi peternak. Jagung SPHP ini sendiri berasal dari Cadangan Jagung Pemerintah (CHP) yang telah diserap dan dikelola oleh Perum Bulog.
Arief Prasetyo Adi menegaskan, penetapan harga Rp5.500 per kilogram ini adalah bentuk dukungan nyata pemerintah kepada peternak. Tujuannya adalah membantu peternak layer agar dapat memproduksi telur dengan biaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan harga telur di tingkat konsumen dapat tetap stabil dan terjangkau hingga akhir tahun, menjaga daya beli masyarakat.
Ketersediaan jagung dengan harga terjangkau ini sangat krusial mengingat pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan. Dengan menekan biaya pakan, daya saing peternak lokal dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, pasokan telur di pasar juga akan lebih terjaga, menghindari kelangkaan dan lonjakan harga yang tidak diinginkan.
Advertisement
Advertisement
Ketersediaan jagung untuk pakan ternak telah menjadi perhatian serius pemerintah dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah adanya laporan kenaikan harga. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa harga jagung di sejumlah sentra produksi cenderung meningkat. Kondisi ini berpotensi besar membebani para peternak unggas di berbagai daerah, mengancam profitabilitas mereka.
Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait. Kolaborasi erat terjalin dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Satgas Pangan untuk menyusun strategi komprehensif. Sinergi ini bertujuan untuk mengawal distribusi jagung secara efektif dan menjamin ketersediaan pasokan yang memadai bagi peternak.
Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan oleh pemerintah untuk mengatasi gejolak harga ini dan melindungi peternak. Mulai dari imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga produknya secara sepihak. Selain itu, dilakukan pemetaan akurat terhadap peternak calon penerima cadangan jagung pemerintah untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Pemerintah juga aktif memfasilitasi pertemuan antara kelompok tani dan pemasok jagung guna memastikan rantai pasok yang lancar dan efisien.
Advertisement
Sumber: AntaraNews