Sebelum ada Shelter Ojol di Wisma Kosgoro di kawasan Sudirman-Thamrin, Muhammad Idris (39) terbiasa menghabiskan waktu dengan berkeliling mencari lokasi yang dianggap berpotensi mendatangkan pesanan.
Tak jarang, pengemudi Grab itu berhenti sejenak di sekitar Stasiun Gondangdia. Jika pesanan belum juga masuk, ia kembali mengendarai motornya menuju kawasan Cikini. Rutinitas berpindah-pindah tempat itu kini perlahan ditinggalkannya.
Sejak mengetahui keberadaan Shelter Grab Wisma Kosgoro melalui grup WhatsApp sesama mitra pengemudi, Idris memilih menunggu pesanan di sana.
"Ya sudah mendingan main ke sinilah daripada luntang-lantung di jalan enggak ada orderan, ya sudah ke sini saja," ujar Idris saat ditemui di Shelter Grab Wisma Kasgoro, Rabu (8/7/2026).
Bagi Idris, yang telah menjadi mitra Grab selama dua tahun, keberadaan shelter di kawasan Jakarta Pusat menjadi tempat singgah yang cukup membantu, terutama ketika jumlah pesanan sedang tidak menentu.
"Alhamdulillah sih, karena sekarang orderan sudah makin aneh, ada shelter ini lumayan membantu," katanya.
Sebelum shelter tersedia, Idris mengaku harus terus berpindah lokasi demi meningkatkan peluang mendapatkan pelanggan. Selain menguras tenaga, kebiasaan itu juga membuatnya beberapa kali mendapat teguran dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
"Apalagi di Cikini, sering banget (ditegur petugas Dishub)," tuturnya.
Advertisement
Idris mengatakan dirinya sudah memanfaatkan shelter sekitar sepekan sebelum fasilitas tersebut diresmikan. Menurutnya, berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari tempat pengisian daya ponsel, toilet, hingga musala, membuat waktu menunggu pesanan menjadi lebih nyaman.
Meski menunggu di dalam shelter, Idris mengaku kesempatan memperoleh pelanggan tetap terbuka. Ia menilai dirinya masih bisa menerima pesanan dengan cepat tanpa harus berhenti di bahu jalan.
"Pelanggan Alhamdulillah ada saja ke sini. Terus juga walaupun pelanggan enggak masuk, kita bisa cepat dapat di luar orderannya," ucapnya.
Lebih dari sekadar tempat beristirahat, Idris menilai shelter juga dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Sudirman-Thamrin jika semakin banyak mitra pengemudi memanfaatkannya. Karena itu, ia berharap rekan-rekannya memilih menunggu pesanan di shelter daripada memarkir kendaraan di tepi jalan.
"Kalau bisa mendingan (driver Grab lain) masuk ke sini. Begitu juga di sini juga terjaminlah orderan, nggak usah takut-takut," kata Idris.