Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kader-kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) berperan penting dalam mendukung berbagai program penataan lingkungan yang dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Salah satu indikasi keberhasilan ini dapat dilihat dari penurunan jumlah Rukun Warga yang berada dalam kategori kumuh dalam beberapa tahun belakangan.
"Di Jakarta itu tahun 2017 RW kumuhnya jumlahnya 445 RW kumuh berdasarkan survei nasional. Kemarin di survei terakhir di tahun ini, tahun 2026, RW kumuhnya turun drastis menjadi 211 RW kumuh," ungkap Pramono saat meresmikan kantor Sekretariat Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI di Jakarta Timur pada Selasa (7/7/2026).
Pramono menilai bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari dedikasi para kader di tingkat masyarakat yang secara konsisten menjalankan berbagai program terkait lingkungan dan kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program-program tersebut.
Menurut Pramono, Muslimat NU memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, hingga ke tingkat Rukun Warga (RW). Ia menambahkan bahwa kader-kader Muslimat NU selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari Dasawisma, PKK, hingga Jumantik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289697/original/094699800_1783412912-160675.jpg)
Pramono juga menyampaikan bahwa kontribusi organisasi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat yang paling dasar. "Terus terang tanpa disadari, kaki tangan utama Pemerintah DKI Jakarta salah satunya sebenarnya Muslimat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah peran aktif kader Muslimat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah berlangsung di lingkungan permukiman. "Dasawisma rata-rata Muslimat, PKK Muslimat, Dawis Muslimat, Jumantik juga Muslimat," tambah Pramono.
Menjelang perayaan usia lima abad Jakarta pada tahun 2027, Pramono menegaskan komitmennya untuk memperkuat harmoni sosial dan kehidupan keagamaan sebagai dasar pembangunan kota. "Saya berharap ikatan moral dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat semakin kuat," harapnya.
Data dari Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Barat menunjukkan bahwa jumlah RW kumuh di Jakarta telah turun sebesar 52,58 persen. Dari 445 RW kumuh pada tahun 2017, kini jumlahnya berkurang menjadi 211 pada tahun 2026.
Informasi tersebut diambil dari data yang difinalisasi pada tahun 2026 yang mencakup total 2.749 RW di Jakarta.