Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan program bantuan pangan beras pada periode Juli 2026. Bantuan ini akan diberikan kepada para penerima manfaat di seluruh wilayah kerja Bulog Sumut. Kesiapan ini didukung oleh ketersediaan stok beras yang sangat mencukupi di gudang-gudang Bulog setempat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa stok beras total di gudang Bulog Sumut mencapai sekitar 56.740 ton. Jumlah ini bahkan bisa bertambah dengan pasokan tambahan dari Jakarta maupun daerah lain. Cadangan ini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan.
Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Selain itu, program ini juga berperan penting dalam mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk mengendalikan inflasi pangan yang mungkin terjadi.
Advertisement
Advertisement
Ketersediaan Stok Beras yang Aman dan Terjamin
Budi Cahyanto menjelaskan bahwa dari total stok beras yang ada, sekitar 17.560 ton beras dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan kepada 1.756.000 penerima manfaat pada Juli 2026. Jumlah ini sangat tercover oleh stok yang saat ini tersedia di gudang Bulog Sumut. Ketersediaan ini memberikan jaminan kelancaran distribusi.
Selain stok yang ada, Bulog Sumut juga terus melakukan penyerapan beras dari petani lokal. Diprediksikan, pada bulan Juli atau Agustus, beberapa daerah di Sumut akan memasuki musim panen. Hal ini akan semakin memperkuat cadangan stok beras di gudang Bulog.
Kesiapan penyaluran ini juga didasari oleh progres program bantuan pangan sebelumnya. Untuk periode Februari-Maret 2026, penyaluran telah mencapai 5,5 persen dari total 1,7 juta penerima manfaat. Pihak Bulog optimistis penyelesaian periode ini akan rampung pada akhir Juni 2026.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Upaya Pengendalian Inflasi
Pemerintah telah memutuskan untuk menambah bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram per penerima. Bantuan ini akan diberikan kepada 33,244 juta penerima selama tiga bulan. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah musim kemarau dan gejolak harga pangan global.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa keputusan penyaluran bantuan beras ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Arahan ini diberikan agar harga kebutuhan pokok tidak memberatkan masyarakat. Oleh karena itu, bantuan beras atau bantuan pangan akan ditambah selama tiga bulan.
Untuk memenuhi alokasi bantuan pangan tersebut, Bulog telah menyiapkan sekitar 35.000 ton beras. Selain beras, Bulog juga menyediakan tujuh juta liter minyak goreng merek Minyakita. Persiapan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Advertisement
Program bantuan pangan ini tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial. Lebih dari itu, program ini juga menjadi instrumen penting bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga. Dengan demikian, inflasi pangan dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Sumber: AntaraNews