Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan apresiasi terhadap inisiatif pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang baru saja diselenggarakan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan mama-mama di wilayah pesisir. Pelatihan ini merupakan kolaborasi penting antara berbagai pihak untuk kemajuan komunitas.
Diselenggarakan oleh Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut, pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir Mimika menjadi peserta aktif. Mereka antusias mengikuti sesi yang berlangsung di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika.
Pelatihan ini berfokus pada peningkatan keterampilan mengolah pangan bergizi dari bahan lokal yang mudah ditemukan. Tujuannya adalah membuka peluang usaha baru berbasis potensi daerah. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas gizi keluarga di Mimika.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Pemerintah dan Mitra dalam Pemberdayaan Komunitas
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam, menyampaikan penghargaan atas kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Keuskupan Timika dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini berperan vital dalam meningkatkan kapasitas perempuan lokal di Mimika.
Yohana Arwam mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini secara maksimal. Pelatihan tersebut dianggap sebagai langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru yang berbasis pada potensi lokal Mimika.
Dukungan signifikan juga datang dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menjadi sponsor utama kegiatan ini. Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menegaskan komitmen berkelanjutan perusahaan. Komitmen ini berfokus pada pemanfaatan serta pengembangan pangan lokal yang kaya gizi dan bernilai ekonomi tinggi.
Advertisement
Nathan Kum berharap peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di rumah. Mereka juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan ini kepada masyarakat di kampung. Tujuannya adalah mendorong lebih banyak warga memanfaatkan bahan pangan lokal secara kreatif dan produktif.
Advertisement
Mengoptimalkan Potensi Pangan Lokal untuk Ekonomi Berkelanjutan
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang telah berjalan sejak tahun 2017. Program ini menyasar delapan kampung binaan di wilayah pesisir Mimika. Kampung-kampung tersebut meliputi Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita, dan Ohotya.
Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo, menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan keterampilan dan pengetahuan baru. Mama-mama Kamoro kini lebih percaya diri dalam mengolah bahan pangan lokal. Produk olahan bergizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka secara signifikan.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan bimbingan praktis mengenai pengolahan berbagai bahan pangan. Mereka belajar mengolah ikan, tambelo, singkong, ubi, kelapa, dan pisang. Hasilnya adalah produk inovatif seperti lemet, kerupuk ikan, dan kerupuk tambelo.
Advertisement
Selain itu, peserta juga diajarkan cara membuat aneka olahan dari pisang. Produk-produk tersebut mencakup pisang molen, nagasari, dan bolu pisang. Diversifikasi produk ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi mereka.
Advertisement
Dampak Positif dan Pemberdayaan Perempuan di Mimika
Pelatihan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah di Mimika. Peningkatan kualitas gizi keluarga menjadi salah satu target utama dari kegiatan ini. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Erfina Aypapenaei (29), salah satu peserta dari Kampung Otakwa, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia merasa beruntung mendapatkan kesempatan pelatihan yang diselenggarakan oleh PTFI dan Keuskupan Timika. Pengalaman ini memberikan wawasan baru baginya tentang potensi pangan lokal.
"Saya jadi tahu bahan-bahan makanan yang kita biasa dapatkan dengan mudah di kampung seperti pisang dan singkong bisa kita olah jadi makanan enak dan bergizi untuk suami dan anak di rumah," ujar Erfina. Pernyataan ini menunjukkan betapa pelatihan ini memberikan dampak langsung. Hal ini juga meningkatkan kesadaran akan nilai gizi dan ekonomi dari bahan pangan sekitar."
Advertisement
Sumber: AntaraNews