Bocoran MenPAN-RB soal Rekrutmen CPNS 2026

Menteri PAN-RB Rini Widiyantini membeberkan progres seleksi CPNS 2026. Formasi disusun sesuai program prioritas dan kesiapan APBN. Jadwal masih dibahas.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Bocoran MenPAN-RB soal Rekrutmen CPNS 2026
CPNS saat mengikuti SKD di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Senin (27/1/2020). Tes SKD CPNS Tahun Anggaran 2019 diselenggarakan mulai 27 Januari hingga 28 Februari 2020 dengan jumlah peserta memenuhi syarat (MS) untuk mengikuti SKD sebanyak 3.364.868 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Menteri PAN-RB Rini Widiyantini menyampaikan kabar terbaru mengenai rencana seleksi CPNS 2026. Pemerintah saat ini masih menghitung total kebutuhan pegawai lintas instansi sebelum proses rekrutmen dimulai.

Rini menjelaskan Kementerian PAN-RB telah menyurati instansi pemerintah untuk memetakan formasi yang dibutuhkan. Perumusan formasi akan diselaraskan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu ia sampaikan di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Sabtu (25/7).

Jadwal Seleksi CPNS 2026 Masih Dibahas Antarkementerian

Rini menegaskan belum ada kepastian jadwal pembukaan seleksi CPNS 2026. Keputusan waktu pelaksanaan masih digodok bersama kementerian terkait.

"Kapan pelaksanaannya kita belum tahu, karena masih sedang dibahas antarkementerian. Seperti yang sudah saya sampaikan, kita sudah meminta kepada seluruh instansi pemerintah terkait jumlah kebutuhan pegawai mereka," katanya.

Ia menekankan proses rekrutmen tidak bisa dilakukan terburu-buru karena harus menyesuaikan kebutuhan kompetensi di tiap formasi.

"Kebutuhan itu bukan sekadar soal jumlah, tetapi kompetensi yang dibutuhkan, kemudian kita sesuaikan. Jadi tidak bisa buru-buru, ini harus dibahas bersama-sama," sambungnya.

Penghitungan kebutuhan juga dilakukan secara terperinci, termasuk mempertimbangkan formasi yang berkaitan dengan pegawai yang memasuki masa pensiun.

"Belum (ada jumlah pasti yang dibutuhkan), itu kan harus dihitung dulu. Apakah formasinya akan diisi secara keseluruhan dari jumlah pegawai yang pensiun atau bagaimana skemanya," ujar Rini.

APBN dan Pembahasan dengan Kemenkeu

Selain pemetaan formasi, kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi pertimbangan utama. Rini menyebut pembahasan anggaran akan dilakukan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Instansi pemerintah sudah menyampaikan, dan tentunya saya juga harus memperhatikan formasi untuk program prioritas Bapak Presiden. Ini masih dalam tahap perhitungan, dan kami juga sedang berdiskusi dengan Kementerian Keuangan mengenai kemampuan keuangan negara," ungkap Rini di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, dikutip Sabtu (25/7/2026).

"Kita juga sudah bersurat kepada Kementerian Keuangan mengenai perhitungan-perhitungan kesiapan fiskal dan sebagainya. Mudah-mudahan kita bisa segera melakukan pertemuan," jelasnya.

Rekomendasi