Menteri PAN-RB Rini Widiyantini menyampaikan kabar terbaru mengenai rencana seleksi CPNS 2026. Pemerintah saat ini masih menghitung total kebutuhan pegawai lintas instansi sebelum proses rekrutmen dimulai.
Rini menjelaskan Kementerian PAN-RB telah menyurati instansi pemerintah untuk memetakan formasi yang dibutuhkan. Perumusan formasi akan diselaraskan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu ia sampaikan di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Sabtu (25/7).
Advertisement
Jadwal Seleksi CPNS 2026 Masih Dibahas Antarkementerian
Rini menegaskan belum ada kepastian jadwal pembukaan seleksi CPNS 2026. Keputusan waktu pelaksanaan masih digodok bersama kementerian terkait.
"Kapan pelaksanaannya kita belum tahu, karena masih sedang dibahas antarkementerian. Seperti yang sudah saya sampaikan, kita sudah meminta kepada seluruh instansi pemerintah terkait jumlah kebutuhan pegawai mereka," katanya.
Ia menekankan proses rekrutmen tidak bisa dilakukan terburu-buru karena harus menyesuaikan kebutuhan kompetensi di tiap formasi.
"Kebutuhan itu bukan sekadar soal jumlah, tetapi kompetensi yang dibutuhkan, kemudian kita sesuaikan. Jadi tidak bisa buru-buru, ini harus dibahas bersama-sama," sambungnya.
Penghitungan kebutuhan juga dilakukan secara terperinci, termasuk mempertimbangkan formasi yang berkaitan dengan pegawai yang memasuki masa pensiun.
"Belum (ada jumlah pasti yang dibutuhkan), itu kan harus dihitung dulu. Apakah formasinya akan diisi secara keseluruhan dari jumlah pegawai yang pensiun atau bagaimana skemanya," ujar Rini.
Advertisement
APBN dan Pembahasan dengan Kemenkeu
Selain pemetaan formasi, kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi pertimbangan utama. Rini menyebut pembahasan anggaran akan dilakukan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Instansi pemerintah sudah menyampaikan, dan tentunya saya juga harus memperhatikan formasi untuk program prioritas Bapak Presiden. Ini masih dalam tahap perhitungan, dan kami juga sedang berdiskusi dengan Kementerian Keuangan mengenai kemampuan keuangan negara," ungkap Rini di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, dikutip Sabtu (25/7/2026).
"Kita juga sudah bersurat kepada Kementerian Keuangan mengenai perhitungan-perhitungan kesiapan fiskal dan sebagainya. Mudah-mudahan kita bisa segera melakukan pertemuan," jelasnya.